BREAKING NEWS

11 Perguruan Silat Duduk Satu Meja! FKPSB Sukorejo Kompak Jaga Kamtibmas, Musyawarah Jadi Jalan Utama

11 perguruan pencak silat sepakat di wilayah Sukorejo selesaikan segala urusan dengan musyawarah 

PONOROGO, SINYALPONOROGO 
 – Sebelas perguruan pencak silat dan beladiri di Kecamatan Sukorejo duduk satu meja bersama jajaran Forkopimcam. Bukan sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pertemuan rutin Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB) Kecamatan Sukorejo bersama Forkopimcam tersebut digelar Rabu (30/9/2026) malam, di kediaman Amrizal, S.T., anggota Persinas ASAD, di Dukuh Walikukun, Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo.

Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 20.15 hingga 21.45 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sukorejo Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H., Wakapolsek Sukorejo Ipda Bambang Santoso, S.H., Danramil 0802/06 Sukorejo yang diwakili Serda Ivan, Camat Sukorejo yang diwakili Kasi Trantib Zainal Arifin, serta Ketua FKPSB Sukorejo Sukarji bersama jajaran pengurus.

Sebelas perguruan yang hadir yakni PSHT, PSHW TM, Jujitsu, Cuyusika Bangau Putih, Persinas ASAD, PPS Betako Merpati Putih, Persatuan Hati (PH), Pagar Nusa, IKS PI, Cempaka Putih dan Pandan Alas.

Ketua FKPSB Sukorejo, Sukarji, mengajak seluruh perguruan untuk terus menjaga guyub rukun. Ia menilai komunikasi antarpengurus dan anggota perlu dipelihara agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi konflik.

Karena itu, pertemuan rutin FKPSB diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten setiap dua bulan. Forum tersebut menjadi salah satu ruang untuk bertukar informasi sekaligus memperkuat koordinasi antarperguruan dan aparat.

Sementara itu, Kapolsek Sukorejo Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono mengapresiasi soliditas FKPSB yang selama ini ikut membantu menciptakan suasana kondusif di wilayah Sukorejo.

Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat, termasuk organisasi dan perguruan pencak silat, sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi tetap aman.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat Kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui FKPSB kita ingin membangun kemitraan yang solid, aman, nyaman dan kondusif, dimulai dari tingkat paling kecil yaitu lingkungan warga,” ujar Agus.

Ia juga menekankan pentingnya problem solving dalam menghadapi persoalan. Setiap masalah diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan justru berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Para anggota FKPSB juga diminta aktif memberikan informasi kepada Bhabinkamtibmas di masing-masing desa apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas.

Bagi Forkopimcam dan FKPSB Sukorejo, komunikasi menjadi kunci. Sebab, ketika 11 perguruan mampu duduk bersama dalam satu forum, perbedaan organisasi tidak harus menjadi sekat dalam menjaga keamanan wilayah.

Dari forum tersebut, satu pesan yang mengemuka: guyub, komunikasi dan musyawarah menjadi modal bersama untuk menjaga Sukorejo tetap aman dan kondusif.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar