Mata Muda MAN 1 Ponorogo Ditekankan Ramah Anak, Zero Bullying hingga Pawai Ta’aruf Keliling Desa
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) di MAN 1 Ponorogo resmi dimulai, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang setara dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah umum ini berlangsung hingga Jumat (16/7/2026), dengan penekanan pada pendekatan ramah anak dan bebas perundungan.
Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I menegaskan, pelaksanaan Mata Muda tahun ini dirancang lebih humanis, menyesuaikan karakter generasi alfa yang membutuhkan pendekatan berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Harus nyaman, ramah anak, dan zero bullying. Tidak boleh ada kekerasan, baik fisik maupun psikis. Anak-anak harus merasa aman dan menyenangkan selama proses ini,” ujar Nuurun kepada Sinyal Ponorogo Senin, 13/7/2026.
Menurutnya, pendekatan lama yang cenderung militeristik sudah tidak relevan. Kini, orientasi lebih diarahkan pada adaptasi cepat siswa terhadap lingkungan sekolah secara sehat dan positif.
![]() |
| Mata Muda MAN 1 Ponorogo serentak digelar 13-16 Juli 2026 |
Untuk memperkuat konsep tersebut, pihak sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, mulai dari Polres Ponorogo, Dinas Kesehatan, hingga materi penguatan moderasi beragama yang melibatkan pihak terkait, termasuk unsur dari Densus 88.
“Ini kolaborasi agar siswa mendapat pemahaman utuh, mulai dari kesehatan mental, anti kekerasan, hingga toleransi,” imbuhnya.
Menariknya, di hari pertama kegiatan, seluruh siswa juga mengikuti zoom meeting nasional bersama Menteri Pendidikan, yang diikuti serentak oleh sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk MAN 1 Ponorogo.
![]() |
| Dr. Nuurun Nahdiyyah KY, M.Pd.I Kepala sekolah MAN 1 Ponorogo |
Sebagai penutup, Mata Muda akan diakhiri dengan pawai ta’aruf pada Jumat (16/7/2026). Para siswa akan diajak berkeliling lingkungan sekitar sekolah, khususnya mengitari Desa Cekok, Kecamatan Babadan.
“Kita tidak mengambil rute jauh. Hanya sekitar Desa Cekok agar siswa mengenal lingkungan sekitar dan belajar menghargai masyarakat,” jelasnya.
Nuurun menyebut, tujuan utama Mata Muda tidak sekadar pengenalan sekolah, tetapi membangun ikatan emosional siswa terhadap lingkungan belajar.
Ia merumuskan tiga tahapan utama yang ingin dicapai, yakni ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan tahabub (tumbuh rasa mencintai).
“Pada akhirnya, anak-anak diharapkan mencintai proses belajar, lingkungannya, dan aktivitasnya di sini,” katanya.
Tak hanya itu, MAN 1 Ponorogo juga terus memperkuat kualitas lulusan. Bahkan, menurut Nuurun, lulusan madrasah ini memiliki kompetensi setara diploma satu (D1) melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang membuka peluang kerja lebih luas di dunia industri.
“Banyak lulusan kami yang langsung terserap di berbagai perusahaan. Ini bukti bahwa madrasah juga unggul dan kompetitif,” pungkasnya.
Penulis : Nanang

