BREAKING NEWS

Sugeng Srikandi Pasang Sinyal Keras: Kursi Wabup Ponorogo Bukan Soal Siapa Paling Berani Maju



PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Bursa calon Wakil Bupati Ponorogo pengganti Lisdyarita mulai bergerak. Sejumlah nama mulai muncul ke permukaan, termasuk figur dari luar daerah yang disebut memiliki ketertarikan untuk masuk dalam arena politik Ponorogo.

Di tengah mulai ramainya bursa tersebut, H. Sugeng Hariyono, S.T. atau akrab dikenal Sugeng Srikandi, Ketua Tim Pemenangan pasangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita pada Pilkada 2020 dan 2024, mengirimkan sinyal yang cukup tegas.

Menurutnya, kursi Wakil Bupati Ponorogo bukan perkara siapa yang paling cepat menyatakan diri atau siapa yang paling berani masuk dalam bursa. Lebih dari itu, figur yang nantinya dipilih harus memiliki penerimaan politik dan sosial yang cukup luas.

Siapa saja yang mau muncul silakan. Tapi yang paling penting, nanti semua partai pengusung kita ajak bermusyawarah dan berembuk bersama agar wakil bupati yang terpilih bisa diterima oleh semua pihak, baik partai pengusung maupun ormas-ormas di luar partai,” ujar Sugeng Jumat (5/9/2026).

Pernyataan tersebut muncul ketika wacana mengenai calon pengganti Wakil Bupati Ponorogo semakin ramai. Nama dari luar Ponorogo pun mulai ikut diperbincangkan.

Sugeng memilih tidak menutup pintu.

Figur dari luar daerah, menurutnya, bukan persoalan. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana memastikan figur tersebut mampu menjadi titik temu berbagai kepentingan.

Sebab, kata dia, proses pergantian wakil bupati tidak seharusnya hanya dilihat dari perspektif kepentingan satu kelompok. Ada partai pengusung, relawan, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan yang memiliki irisan kepentingan terhadap keberlangsungan pemerintahan Ponorogo.

Di sisi lain, Sugeng juga menyinggung kekhawatiran sebagian tokoh lokal yang enggan masuk dalam bursa karena membayangkan tingginya biaya politik.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut dapat ditekan apabila sejak awal seluruh elemen yang berkepentingan memiliki kesepahaman.

“Kalau kita menyamakan persepsi dengan teman-teman partai pengusung, tokoh masyarakat, dan ormas yang kemarin ikut mensupport, kita bisa menghindari hal-hal semacam itu. Supaya Ponorogo tetap kondusif,” tegasnya.

Mencari Figur dari Bawah

Sugeng mengungkapkan, komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan. Hampir setiap hari, timnya menerima kunjungan dan menggelar diskusi kecil bersama berbagai elemen.

Mulai dari relawan, tokoh masyarakat hingga kelompok nonpartai ikut diajak berbicara.

Bukan untuk menetapkan nama secara sepihak, tetapi untuk membaca aspirasi dan mencari figur yang dianggap paling layak mendampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Di sinilah posisi tim pemenangan, menurut Sugeng, berbeda dengan DPRD Ponorogo.

DPRD memiliki ruang formal dan kewenangan sesuai mekanisme perundang-undangan dalam proses pemilihan wakil bupati. Sementara tim pemenangan bersama elemen masyarakat bergerak di ruang aspirasi.

“DPRD Ponorogo memiliki legalitas dan kewajiban secara undang-undang untuk membahas dan melakukan pemilihan. Sedangkan kita yang bergerak di ruang masyarakat dengan tokoh-tokoh untuk menyerap aspirasi,” jelasnya.

Karena itu, Sugeng menginginkan dua arus tersebut pada akhirnya memiliki titik temu.

Aspirasi masyarakat tidak berjalan sendiri. Partai pengusung juga tidak bergerak sendiri. Begitu pula DPRD.

“Pada saatnya nanti, kita akan musyawarah bersama antara irisan relawan dan partai pengusung agar ada kesamaan langkah,” pungkasnya.

Pesan Sugeng sebenarnya sederhana, tetapi punya bobot politik yang kuat: bursa boleh ramai, nama boleh bermunculan, bahkan figur dari luar daerah sekalipun boleh masuk. Namun kursi Wabup Ponorogo membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk maju.

Yang dicari adalah figur yang mampu menjadi titik temu.

Dan di tengah mulai menghangatnya bursa, pertanyaan politiknya kini bergeser: siapa yang paling siap maju, atau siapa yang paling mungkin diterima bersama?(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar