BREAKING NEWS

33 Pelajar Ponorogo Berebut Tiket Nasional di Olimpiade Madrasah Indonesia


PONOROGO, SINYALPONOROGO
 
– Sebanyak 33 pelajar dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di MTsN 1 Ponorogo, Selasa (6/10/2026).

Mereka merupakan siswa-siswi terbaik hasil seleksi tingkat Kabupaten Ponorogo. Komposisinya terdiri dari enam peserta jenjang MI/SD, sembilan peserta MTs/SMP, serta 18 peserta MA/SMA.

Kompetisi ini menjadi tahapan penting untuk menentukan wakil Jawa Timur yang akan melaju ke tingkat nasional. Karena itu, OMI tak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi persaingan yang lebih luas.

Ketua Panitia OMI Kabupaten Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I., mengatakan peserta yang dikirim ke tingkat provinsi merupakan juara pertama, kedua, dan ketiga dari masing-masing bidang pada seleksi tingkat kabupaten.

“Harapannya dari 33 siswa ini ada yang lolos ke tingkat nasional,” kata Nuurun.

Materi yang dilombakan merupakan mata pelajaran umum yang terintegrasi. Untuk jenjang MI/SD meliputi Matematika dan IPA. Jenjang MTs/SMP mencakup IPA dan Matematika terintegrasi, sedangkan jenjang MA/SMA mempertandingkan enam mata pelajaran.

Menurut Nuurun, OMI juga menjadi momentum bagi sekolah dan madrasah untuk memetakan sekaligus mengembangkan siswa yang memiliki potensi di bidang olimpiade.

Ponorogo memiliki modal prestasi dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun lalu, perwakilan Ponorogo berhasil meraih posisi kedua tingkat nasional. Tahun ini, capaian tersebut ingin kembali dikejar, bahkan ditingkatkan.

“Ini momentum bersama untuk mengukur kualitas dan mengawal anak-anak yang memang memiliki potensi di bidang olimpiade,” ujarnya.

Pelaksanaan OMI tingkat provinsi di Ponorogo turut ditinjau Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, H. Moh. Thohari, S.Ag., M.H. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya sekolah dan madrasah dalam mendorong prestasi akademik peserta didik.

Thohari berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti seleksi tingkat provinsi. Jika berhasil lolos, mereka diminta menjaga fokus dan terus meningkatkan kemampuan dengan pendampingan guru.

“Kami berharap anak-anak bisa meraih kesuksesan dan maju ke tingkat nasional serta membawa nama baik Kabupaten Ponorogo,” kata Thohari.

Bagi 33 peserta, OMI menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Di balik meja kompetisi itu ada satu target yang sama: membawa nama Ponorogo menembus panggung nasional.(Nang/Humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar