78 Inovasi Bersaing di Ponorogo Inotek Award 2026, 35 Finalis Siap Unjuk Karya (Ekspo) di Kemilau Pekan Raya
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Sebanyak 78 inovasi dari berbagai lembaga pendidikan, kesehatan, perguruan tinggi hingga organisasi perangkat daerah (OPD) turut bersaing dalam ajang Ponorogo Inotek Award 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 inovasi terbaik berhasil melaju ke babak final dan bersiap menampilkan karya unggulannya dalam Ekspo Kemilau Pekan Raya Ponorogo.
Ponorogo Inotek Award 2026 merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mendorong tumbuhnya budaya inovasi sekaligus meningkatkan nilai inovasi daerah. Kegiatan ini mulai dilaksanakan sejak Mei 2026 dengan membuka kesempatan bagi berbagai lembaga untuk mengikutsertakan inovasi terbaiknya.
Plt Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, S.STP., M.Si., mengatakan, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat sekitar 78 inovasi masuk dalam kompetisi yang terbagi menjadi tujuh kategori.
“Alhamdulillah, ketika pertama kali kita buka lomba inovasi ini, ada sekitar 78 inovasi yang ikut berpartisipasi,” ungkap Luhur Jumat, 30/10/2026.
Tujuh kategori tersebut meliputi pendidikan dasar yang diikuti SD, SMP, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah; pendidikan menengah setingkat SMA, SMK dan Madrasah Aliyah; pendidikan tinggi; OPD, Pemdes, serta bidang pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahapan pengumpulan dokumen dan seleksi administrasi maupun substansi inovasi. Dari proses tersebut, masing-masing kategori dipilih lima inovasi terbaik untuk mengikuti tahapan final.
Dengan demikian, terdapat 35 finalis dari tujuh kategori yang berhak melanjutkan kompetisi. Presentasi final telah dilaksanakan sekitar dua minggu lalu dengan melibatkan tim juri dari berbagai institusi, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Timur, kalangan akademisi, serta unsur internal pemerintah daerah.
Tahapan selanjutnya adalah pleno penentuan juara. Pengumuman pemenang sekaligus penyerahan penghargaan direncanakan menjadi bagian dari rangkaian acara puncak Kemilau Pekan Raya Ponorogo.
Menariknya, 35 finalis tidak hanya menunggu hasil penilaian. Mereka juga akan diberi kesempatan memamerkan inovasi masing-masing dalam Ekspo Kemilau Pekan Raya Ponorogo yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026.
Luhur Apidianto yang juga dipercaya sebagai penanggung jawab Ekspo 35 finalis Ponorogo Inotek Award 2026 menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para inovator untuk memperkenalkan hasil kreativitas dan terobosan dari lembaganya kepada masyarakat.
Dalam ekpo tersebut, masing-masing finalis akan menampilkan karakter lembaga sekaligus inovasi yang diikutsertakan dalam kompetisi.
“Jadi, 35 finalis ini akan menampilkan kreativitas dan inovasinya di Expo. Masyarakat bisa melihat langsung berbagai inovasi yang dihasilkan lembaga-lembaga tersebut,” jelasnya.
Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan satu dan harapan dua di masing-masing kategori.
Namun, menurut Luhur, tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata memberikan hadiah kepada para pemenang. Pemerintah daerah ingin memastikan inovasi yang dihasilkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.
Karena itu, inovasi yang dinilai potensial akan disinkronkan dengan dokumen perencanaan daerah agar memungkinkan untuk diterapkan lebih luas.
Salah satu contohnya adalah inovasi berupa sistem atau aplikasi yang dikembangkan sekolah untuk mempermudah proses belajar mengajar. Apabila terbukti efektif, inovasi tersebut berpeluang direplikasi di sekolah-sekolah lainnya.
“Jadi, inovasinya tidak kita diamkan. Kalau ada inovasi sekolah yang bagus, misalnya aplikasi untuk mempermudah proses belajar mengajar, itu bisa kita replikasikan kepada sekolah-sekolah yang lain,” terangnya.
Luhur berharap Ponorogo Inotek Award dapat menjadi agenda rutin tahunan. Dengan adanya kompetisi tersebut, semakin banyak lembaga terdorong melahirkan gagasan kreatif dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun pembangunan daerah.
“Insyaallah, ini penting. Ke depan Ponorogo Inotek Award diharapkan menjadi agenda tahunan untuk terus mendorong tumbuhnya inovasi di Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya.(Nang/Red).

