BREAKING NEWS

Gratis! Polrestabes Surabaya Kembalikan Ratusan Motor Curian Lewat Bazar Ranmor


SURABAYA, SINYALPONOROGO
— Upaya memulihkan rasa keadilan bagi korban pencurian kendaraan bermotor dilakukan Polrestabes Surabaya dengan cara yang tak biasa. Sedikitnya sekitar 800 unit sepeda motor hasil kejahatan curanmor siap dikembalikan kepada pemilik sahnya melalui program bertajuk “Bazar Ranmor”, tanpa biaya sepeser pun.

Program ini menjadi potret wajah humanis penegakan hukum. Polisi tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan hak korban kembali utuh. Bazar Ranmor dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap di Mapolrestabes Surabaya, masing-masing pada 21–23 Januari 2026 dan 26–30 Januari 2026.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan, masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan cukup datang langsung membawa dokumen kepemilikan resmi seperti BPKB, STNK, atau dokumen pendukung lainnya.

“Tidak dipungut biaya apa pun, tidak lewat perantara. Datang, cocokkan, dan langsung kami kembalikan,” ujar Kombes Luthfie, Sabtu (17/1).

Ratusan motor tersebut merupakan barang bukti dari berbagai pengungkapan kasus curanmor yang dilakukan secara intensif dalam beberapa waktu terakhir. Sebagian besar kendaraan bahkan sudah dimanipulasi pelaku, mulai dari penggantian pelat nomor hingga penghilangan identitas visual.

Karena itu, identifikasi dilakukan secara teliti melalui nomor rangka dan nomor mesin. Kendaraan juga disusun berdasarkan kategori dan blok untuk memudahkan pencarian pemilik.

Menariknya, hasil penelusuran polisi menunjukkan bahwa motor curian tidak hanya berasal dari Surabaya. Beberapa unit diketahui milik warga luar daerah, bahkan ada yang berasal dari Banten, mengindikasikan kuatnya jaringan curanmor lintas wilayah.

Polrestabes Surabaya juga menyadari tidak semua korban mengingat nomor polisi kendaraannya. Untuk itu, selain menampilkan fisik kendaraan, polisi akan mengumumkan nama pemilik hasil identifikasi, sekaligus menyediakan tautan daring pengecekan data motor curian sebelum warga datang ke lokasi.

Di balik pendekatan humanis ini, sikap tegas tetap dikedepankan. Kombes Luthfie memastikan perburuan pelaku curanmor masih terus berjalan.

“Jaringan masih kami kejar. Pelaku yang melawan, siap berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pengembalian barang, Bazar Ranmor menjadi simbol kehadiran negara di tengah keresahan warga. Sebuah pesan bahwa hukum tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan keadilan dan rasa aman masyarakat.(Nang/Humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar