Klarifikasi SMA PB Ngrayun: Tak Ada Pemotongan PIP, Ijazah Juga Tidak Pernah Ditahan

Suasana penyerahan PIP di SMA Pemberdayaan Bangsa Ngrayun Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Polemik unggahan media sosial yang menuding adanya pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) serta isu penahanan ijazah di SMA Pemberdayaan Bangsa (PB) Ngrayun, Ponorogo, akhirnya dijawab tegas pihak sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA PB Ngrayun, Kartono, S.Pd., M.MPd, menyatakan bahwa informasi yang beredar merupakan kesalahpahaman. Ia menegaskan, tidak pernah ada pemotongan dana PIP maupun penahanan ijazah oleh pihak sekolah.
“Dana PIP diambil langsung oleh siswa ke Bank BNI KCP Balong, didampingi guru. Karena jarak jauh dan faktor keselamatan, sekolah menyewa transportasi ELF agar siswa tidak mengalami kecelakaan seperti tahun sebelumnya,” jelas Kartono.
Usai pencairan, sebagian dana PIP dititipkan sementara kepada pendamping berdasarkan kesepakatan rapat pleno wali murid, yang menyepakati penggunaan dana untuk kebutuhan pendidikan seperti seragam dan SPP. Namun menyusul polemik di media sosial, pihak sekolah memilih langkah terbuka dan korektif.
“Seluruh dana PIP yang sempat dititipkan sudah kami kembalikan 100 persen kepada siswa, disaksikan guru, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Baosan Kidul,” tegasnya.
Atas kegaduhan yang muncul, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wali murid, seraya berterima kasih atas kritik dan masukan demi perbaikan lembaga.
Terkait isu penahanan ijazah, Kartono menepis dengan tegas. Ia memastikan sekolah tidak pernah menahan ijazah alumni.
“Semua alumni kami layani. Sebagian besar sudah mengambil ijazah. Yang belum, rata-rata karena bekerja di luar kota sebelum ijazah terbit,” katanya.
![]() |
| Sumringah, alumni senang pengambilan ijasah gratis di SMA Pemberdayaan Bangsa Ngrayun |
Pernyataan ini diperkuat pengakuan salah satu alumni yang pada Jumat, 16 Januari 2026, baru mengambil ijazahnya. Ia mengaku bersyukur karena ijazah diterima tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Alhamdulillah, tidak ada biaya apa pun. Informasi di luar itu tidak benar,” ujarnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik dan mengakhiri kesalahpahaman. SMA Pemberdayaan Bangsa Ngrayun menegaskan komitmennya untuk tetap transparan, mengedepankan keselamatan siswa, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Penulis : Nanang
