BREAKING NEWS

Pemuda Desa Beton Tembus Eropa, Wahyu Septrianto Lolos Dai Ambassador 2026 dan Bertugas di Jerman

Wahyu Septrianto,
pemuda Ponorogo, resmi terpilih sebagai Dai Ambassador 2026 yang digelar Dompet Dhuafa. 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Dari sudut Desa Beton, Kecamatan Siman, lahir semangat yang menembus batas negara. Wahyu Septrianto, pemuda Ponorogo, resmi terpilih sebagai Dai Ambassador 2026 yang digelar Dompet Dhuafa. Ia menjadi satu-satunya putra daerah Ponorogo yang lolos dalam program dakwah internasional tersebut dan akan mengemban amanah di Jerman.

Penugasan ke Jerman bukan sekadar perjalanan lintas benua. Bagi Wahyu, itu adalah panggilan misi. Dari total 20 delegasi terpilih, para dai muda akan disebar ke 12 negara, antara lain Australia, Filipina, Hong Kong, Inggris, Jepang, Prancis, Korea Selatan, Kaledonia Baru, Timor Leste, dan Thailand. Wahyu menjadi bagian dari wajah muda Indonesia yang dipercaya membawa pesan dakwah ke Eropa.


Proses seleksi yang dilalui tak ringan. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia harus melalui tahapan administrasi, ujian tulis, hingga wawancara mendalam. Satu per satu gugur. Hingga akhirnya nama Wahyu dinyatakan lolos.

“Saya ini orang desa, dari Beton, Siman. Tapi cita-cita saya besar. Keinginan berdakwah ke luar negeri juga besar. Ikhtiar besar, doa besar. Insyaallah sukses,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan.

Keberhasilan Wahyu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ponorogo. Di tengah derasnya arus globalisasi, pemuda daerah kembali menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah batas. Justru dari desa, lahir tekad yang mampu bersaing di panggung internasional.

Bersama dua rekannya dari UNIDA Gontor, Wahyu akan membawa misi dakwah yang tidak hanya berbicara soal ceramah, tetapi juga membangun dialog, memperkuat ukhuwah, dan mengenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah serta moderat di mata dunia.

Ia pun memohon doa restu masyarakat Ponorogo. “Semoga perjalanan ini lancar dan membawa manfaat serta keberkahan,” tutupnya.

Langkah Wahyu menjadi penegas: mimpi besar tidak mengenal batas geografis. Dari Siman ke Jerman, dari desa ke Eropa—sebuah kisah tentang keberanian bermimpi dan kesungguhan berikhtiar.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar