Semangat Kartini di Ujung Timur Jawa: Atika Banowati Dorong Perempuan Tak Sekadar “Konco Wingking”
![]() |
| Hj. Atika Banowati, SH Anggota DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar |
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April, semangat emansipasi kembali digaungkan. Kali ini datang dari Srikandi parlemen Jawa Timur, Atika Banowati, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, daerah pemilihan (Dapil) IX yang meliputi Ponorogo, Trenggalek, Magetan, Pacitan, dan Ngawi.
Bagi Atika, ajaran Raden Ajeng Kartini bukan sekadar romantisme sejarah. Lebih dari itu, menjadi pijakan kuat untuk menempatkan perempuan pada posisi sejajar—bukan lagi hanya sebagai “konco wingking” yang terbatas pada ruang domestik.
“Perempuan hari ini harus berani melangkah lebih jauh. Tidak hanya mandiri, tapi juga mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Atika Sinyal Ponorogo Jumat, 17/04/2026.
Ia menilai, tantangan perempuan masa kini bukan lagi soal akses semata, melainkan bagaimana memanfaatkan peluang untuk berkontribusi nyata—baik di bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial politik.
Sebagai legislator, Atika mengaku terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, terutama di wilayah tapal kuda selatan Jawa Timur yang masih menghadapi berbagai ketimpangan.
Momentum Hari Kartini, menurutnya, menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Perempuan dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan sosial.
“Semangat Kartini harus hidup dalam tindakan. Perempuan harus lebih maju, lebih berdaya, dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya,” tegasnya.
Di tengah arus modernisasi, pesan Kartini tetap relevan: kesetaraan bukan untuk melampaui, tetapi untuk berjalan berdampingan. Dan dari daerah-daerah seperti Ponorogo hingga Pacitan, semangat itu terus tumbuh—dari perempuan, untuk Indonesia.
Penulis : Nanang
