Abel Desviana, Kader Muda PDIP Ponorogo Terang-terangan Ngefans Bambang Pacul

Abel Desviana
Bendahara PAC Sawoo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Regenerasi di tubuh PDI Perjuangan Ponorogo mulai menunjukkan wajah barunya. Dalam pelantikan serentak pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Graha Nirwana, Sabtu (30/5/2026), sejumlah kader muda tampil mengisi posisi strategis. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Abel Desviana.
Perempuan 23 tahun itu dipercaya menjabat sebagai Bendahara PAC PDIP Kecamatan Sawoo. Di tengah dominasi wajah-wajah lama dalam struktur partai, kemunculan Abel menjadi simbol masuknya generasi baru dalam panggung politik lokal.
Abel bukan hanya aktif di organisasi politik, tetapi juga masih berstatus mahasiswa semester enam jurusan keperawatan di STIKes Buana Husada Ponorogo. Di luar dunia akademik, ia dikenal sebagai pegiat seni budaya dan tergabung dalam Paguyuban Reog Kawulo Etan. Ia bahkan pernah menjadi jathil cilik—bagian dari perjalanan panjangnya dalam kesenian khas Ponorogo.
Sebagai kader baru, Abel merupakan binaan Relelyanda Solekha Wijayanti, anggota DPRD Kabupaten Ponorogo. Kehadirannya menegaskan pola kaderisasi PDIP yang mulai memberi ruang lebih luas bagi anak muda dan perempuan, sejalan dengan arahan DPD PDIP Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Abel secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu tokoh senior PDIP, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul.
“Saya cukup ngefans dengan Bambang Pacul. Teori politiknya sesuai dengan realita,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan pandangan politik Abel yang cenderung realistis dan membumi. Baginya, politik bukan sekadar wacana, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia politik. Menurutnya, anak muda tidak boleh apatis, melainkan harus memahami arah kebijakan negara agar bisa berkontribusi secara kritis dan konstruktif.
“Anak muda perlu melek politik, supaya paham arah kebijakan negara dan bisa mengkritisi lewat sistem yang jelas,” tambahnya.
Pelantikan serentak ini sendiri menjadi bagian dari upaya serius PDIP dalam memperkuat regenerasi. DPD PDIP Jawa Timur menekankan komposisi kepengurusan yang lebih inklusif, dengan porsi minimal 30 persen perempuan dan 20 persen kader muda di bawah usia 35 tahun.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan partai sekaligus menjawab tantangan politik ke depan. Dengan hadirnya sosok-sosok seperti Abel Desviana, PDIP Ponorogo tampak mulai menata masa depan—memadukan pengalaman kader senior dengan semangat dan perspektif baru dari generasi muda.
Penulis : Nanang