BREAKING NEWS

Sterida SMK PGRI 2 Ponorogo: Takbir Keliling Penuh Kreativitas, Syiar Idul Adha yang Menggugah

Takbir keliling Sterida menjadi ajang inovasi dan kreatifitas siswa bernuansa islami 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Semarak malam takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah terasa begitu hidup di lingkungan SMK PGRI 2 Ponorogo. Melalui agenda tahunan bertajuk Sterida (Takbir Keliling), ratusan siswa turun ke jalan menebarkan syiar Islam dengan balutan kreativitas dan inovasi yang memukau, Selasa malam (26/5/2026).

Sejak sore hari, halaman sekolah telah dipadati para peserta dan wali murid yang antusias menyaksikan secara langsung penampilan putra-putri mereka. Suasana semakin khidmat saat acara diawali dengan upacara pemberangkatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Agus Pariadi. 


Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, menjunjung tinggi nama baik almamater, serta menampilkan kreativitas terbaik selama kegiatan berlangsung.

“Jaga ketertiban di jalan, jaga almamater, dan tunjukkan kreativitas kalian. Ini bukan sekadar pawai, tapi juga ajang menunjukkan karakter dan kebersamaan,” pesannya.

Masih menurut Agus Pariadi, takbir keliling ini tidak sekadar tradisi, melainkan juga dikemas sebagai ajang lomba antar kelas. Sebanyak 48 kelas dari tingkat X dan XI turut ambil bagian, masing-masing menampilkan 11 siswa sebagai tim inti, didukung oleh rekan-rekan mereka sebagai tim pendukung yang meramaikan barisan.

Upacara pembukaan takbir keliling SMK PGRI 2 Ponorogo 

Para peserta berjalan kaki menempuh rute sepanjang kurang lebih 4,3 kilometer, melintasi sejumlah titik strategis di wilayah Ponorogo. Sepanjang perjalanan, gema takbir terus dikumandangkan, menciptakan suasana religius yang menyentuh hati masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan.

Menariknya, setiap kelompok menampilkan ikon dan ornamen bernuansa Islami dengan beragam bentuk kreatif. Mulai dari miniatur masjid, replika hewan kurban, hingga instalasi artistik bertema Idul Adha, semuanya dirancang dengan penuh inovasi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bukti bahwa generasi muda mampu mengemas nilai religius dengan pendekatan yang kreatif.

"Panitia menerapkan aturan ketat dalam pelaksanaan lomba. Seluruh peserta wajib mengumandangkan takbir sepanjang perjalanan."terangnya.


Penggunaan sound system diperbolehkan, namun hanya untuk memperkuat lantunan takbir—tanpa musik atau lagu lain. Bahkan jika terjadi kendala teknis, peserta tetap diwajibkan bertakbir secara langsung.

"Penilaian dilakukan oleh 20 juri independen yang berasal dari wali kelas XII, guna menjaga objektivitas. Kriteria yang dinilai meliputi keunikan, inovasi, kerapian, dan konsistensi penampilan."ungkapnya.


Pemenang akan diumumkan keesokan harinya usai pelaksanaan salat Idul Adha di sekolah. Sebanyak enam kelas terbaik dari masing-masing tingkatan akan mendapatkan penghargaan berupa piagam serta uang pembinaan sebesar Rp1.500.000.

SMK PGRI 2 Ponorogo kurban 27 ekor Kambing & 1 ekor Lembu 

Tak hanya itu, semangat berbagi juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Idul Adha di SMK PGRI 2 Ponorogo. Tahun ini, sekolah berhasil menghimpun 1 ekor sapi dan 27 ekor kambing dari partisipasi siswa, guru, dan karyawan. Sebagian besar hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan sekolah-sekolah mitra.

Sterida bukan sekadar pawai takbir, tetapi menjadi ruang ekspresi, ajang kompetisi sehat, sekaligus sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Di tengah gemerlap kreativitas siswa, terselip pesan kuat bahwa tradisi religius tetap relevan dan dapat dikemas secara menarik oleh generasi muda.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar