Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo Guncang Panggung, Optimisme Juara Menguat di Festival Reyog Remaja XXII 2026

Penampilan Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo di festival reog remaja XXII tahun 2026
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Penampilan Grup Reyog Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo di hari kedua Festival Reyog Remaja (FRR) XXII 2026 menjadi salah satu momen paling menyita perhatian publik. Tampil di panggung utama Alun-Alun Ponorogo, Senin (8/6/2026), Jaya Manggala sukses menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya memukau, tetapi juga menggugah emosi penonton sejak awal hingga akhir.
Sejak tabuhan pertama menggema, atmosfer langsung berubah. Hentakan musik yang kuat berpadu dengan gerak dinamis para pemain menciptakan gelombang energi yang menyebar ke seluruh penjuru arena. Mata penonton dibuat terpaku—bahkan seakan tak berkedip—menyaksikan setiap detail koreografi yang ditampilkan dengan presisi tinggi.
Kekuatan utama Jaya Manggala terletak pada kekompakan dan penguasaan panggung. Peran-peran ikonik dalam Reyog seperti warok, jathil, pujangganong, Klana Sewandana, hingga dadak merak ditampilkan dengan karakter yang hidup. Transisi antar adegan berjalan halus, menunjukkan kematangan latihan serta kedalaman interpretasi para pemain muda tersebut terhadap seni tradisi.
Tak heran, gemuruh tepuk tangan dan sorakan penonton membahana di akhir pertunjukan. Sambutan hangat itu seolah menjadi legitimasi bahwa Jaya Manggala bukan sekadar tampil, tetapi hadir sebagai kandidat kuat peraih posisi puncak.
Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, mengaku lega sekaligus bangga atas capaian anak didiknya.
“Alhamdulillah, anak-anak tampil penuh semangat dan luar biasa. Mereka kompak dan mampu berkolaborasi dengan sangat baik dalam satu kesatuan pertunjukan Jaya Manggala,” ujarnya di lokasi.
Ia menambahkan, seni Reyog merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler unggulan di sekolahnya. Dari proses pembinaan tersebut, dilakukan seleksi ketat untuk menentukan tim inti yang tampil di festival.
“Peserta ekstrakurikuler kita seleksi, kemudian terpilih tim inti yang memerankan berbagai karakter seperti warok, jathil, pujangganong, Klana Sewandana, hingga dadak merak,” imbuhnya.
Persiapan panjang menjadi kunci keberhasilan penampilan ini. Selama kurang lebih tiga setengah bulan, tim menjalani pemusatan latihan intensif untuk membangun kekompakan dan kualitas pertunjukan.
“Kita latihan terpusat selama 3,5 bulan dengan total 125 personel. Target kita jelas, Jaya Manggala Juara 1. Aamiin ya rabbal alamin,” tegas Imam penuh optimisme.
Penampilan Jaya Manggala kali ini menjadi bukti bahwa regenerasi seni Reyog di kalangan pelajar terus berjalan dengan kualitas yang menjanjikan. Lebih dari sekadar kompetisi, apa yang ditampilkan di panggung FRR XXII adalah cermin dedikasi, kerja keras, dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Ponorogo.
Jika melihat respons penonton dan kualitas pertunjukan yang disuguhkan, harapan untuk melihat Jaya Manggala berdiri di podium tertinggi bukanlah sesuatu yang berlebihan—melainkan sebuah kemungkinan yang sangat terbuka.
Penulis : Nanang

