BREAKING NEWS

Seleksi 6 Jabatan Strategis Dibuka, Pemkab Ponorogo Cari “Nahkoda” Baru OPD

Pemerintah Kabupaten Ponorogo membuka seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi Pratama 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi membuka seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tahun 2026. Enam posisi strategis setingkat eselon II menjadi incaran, mulai dari sektor keuangan daerah hingga pelayanan publik dan kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Dr. Agus Sugiharto, M.Si, menegaskan bahwa proses seleksi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas birokrasi sekaligus mempercepat pencapaian visi-misi kepala daerah.

“Seleksi ini kami buka secara transparan dan kompetitif. Harapannya, terpilih figur-figur terbaik yang punya integritas, kompetensi, dan inovasi untuk mendorong kemajuan Ponorogo,” ujar Agus dalam pengumuman seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi Pratama, Senin (27/7/2026).

Enam Jabatan Strategis Diperebutkan

Adapun enam formasi jabatan yang dibuka meliputi:

  1. Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD)
  2. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
  3. Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo
  4. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  5. Kepala Dinas Tenaga Kerja
  6. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Posisi-posisi ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik, investasi daerah, hingga pengelolaan keuangan dan kesehatan masyarakat.

Terbuka untuk ASN se-Jawa Timur

Seleksi terbuka ini tidak hanya diperuntukkan bagi ASN Pemkab Ponorogo, tetapi juga terbuka bagi pegawai negeri sipil dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur, dengan syarat memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan.

Beberapa syarat utama di antaranya:

  1. Minimal pendidikan S1/D-IV
  2. Pangkat minimal Pembina (IV/a)
  3. Pernah atau sedang menjabat administrator minimal 2 tahun
  4. Usia maksimal 56 tahun saat pelantikan
  5. Memiliki rekam jejak, integritas, dan kinerja baik
  6. Khusus untuk jabatan Direktur RSUD, pelamar diutamakan berasal dari tenaga medis atau kesehatan.

Tahapan Ketat dan Berbasis Kompetensi

Seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari administrasi, penelusuran rekam jejak, assessment kompetensi manajerial, hingga uji gagasan dan wawancara.

Menariknya, setiap peserta diwajibkan menyusun makalah bertema kebijakan dan inovasi pembangunan daerah sesuai jabatan yang dilamar. Makalah ini menjadi indikator penting untuk mengukur visi, strategi, serta kemampuan inovasi kandidat.

“Melalui uji gagasan, kita ingin melihat sejauh mana calon pejabat mampu menghadirkan solusi konkret dan inovatif bagi pembangunan daerah,” imbuh Agus.

Jadwal dan Pendaftaran

Pendaftaran dibuka mulai 27 Juli hingga 10 Agustus 2026 melalui portal nasional ASN di asnkarier.bkn.go.id dan situs resmi BKPSDM Ponorogo.

Tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan September 2026, dengan pengumuman akhir pada 15 September 2026.

Dorong Reformasi Birokrasi

Pembukaan seleksi terbuka ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Ponorogo dalam menerapkan sistem merit dan reformasi birokrasi. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap jabatan strategis diisi oleh figur profesional, bukan sekadar pertimbangan administratif.

“Ini bukan sekadar pengisian jabatan, tapi bagaimana kita menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Karena ke depan, tantangan pembangunan semakin kompleks dan butuh kepemimpinan yang kuat,” tegas Agus.

Dengan dibukanya seleksi ini, publik kini menanti siapa saja figur yang akan muncul dan bersaing memperebutkan kursi-kursi strategis di lingkup Pemkab Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar