Bunda Lis Tancap Gas! 239 Alsintan Gratis untuk Petani, Era Pertanian Modern Dimulai

PONOROGO, SINYALPONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo kian serius mengakselerasi modernisasi sektor pertanian. Sebanyak 239 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) digelontorkan secara gratis kepada kelompok tani sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, di Pendopo Kabupaten, Selasa (28/7/2026). Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
“Arah pembangunan pertanian kita menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga bagaimana petani kita bisa naik kelas,” ujar Lisdyarita.
Menurutnya, pertanian tidak lagi bisa dipandang sebagai sektor tradisional. Di tengah tantangan perubahan zaman, penggunaan teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Bunda Lis juga menekankan pentingnya peran petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia optimistis, dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, Ponorogo mampu menjadi daerah agraris yang mandiri dan berdaulat pangan.
“Ini bagian dari kontribusi kita untuk mendukung program swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Bantuan alsintan yang disalurkan terdiri dari 117 unit peralatan bermesin dan 122 unit non-mesin. Jenisnya beragam, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, rotary, crawler, cultivator, hingga combine harvester. Selain itu, terdapat pula rice transplanter, mesin perajang tembakau, dan pompa air.
Sementara untuk peralatan non-mesin meliputi tray pembibitan dan hand sprayer yang mendukung proses budidaya hingga pascapanen.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan dalam dua gelombang selama semester pertama 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi produksi melalui pemanfaatan teknologi pertanian.
“Program Pertanian Hebat yang kami jalankan menitikberatkan pada penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap memperhatikan daya dukung lingkungan,” jelas Masun.
Sebanyak 44 kelompok tani menerima bantuan tersebut secara simbolis. Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh bantuan diberikan tanpa pungutan biaya apa pun.
“Kami tegaskan, tidak ada biaya atau imbalan dalam bentuk apa pun. Jika ada yang mengatasnamakan pemerintah dan meminta sesuatu, itu tidak benar,” tandasnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Ponorogo tengah mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi. Diharapkan, dengan dukungan alsintan tersebut, petani mampu mempercepat proses tanam dan panen, meningkatkan kualitas hasil produksi, serta memperkuat daya saing di pasar.(Nang/Kominfo).