BREAKING NEWS

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polsek Sukorejo Gandeng TNI dan Perhutani Pasang Banner di Kawasan Rawan


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau yang mulai mengeringkan kawasan hutan di Ponorogo. Upaya pencegahan pun dilakukan secara kolaboratif oleh aparat keamanan bersama pemangku wilayah kehutanan.

Polsek Sukorejo, bersama Koramil Sukorejo dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sampung, menggelar pemasangan banner larangan pembakaran hutan dan lahan di wilayah rawan kebakaran, tepatnya di kawasan Perhutani Petak 44C dan 45D RPH Klaten, Dusun Sekuwung RT 01 RW 03, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukorejo IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono, S.H., M.H., didampingi Danramil Sukorejo Kapten CPL Tukiran serta perwakilan KPH Sampung. Turut terlibat dalam kegiatan tersebut gabungan personel lintas sektor, mulai dari anggota Polsek, Koramil, petugas Perhutani, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat.

Sejak pagi, tim gabungan melakukan koordinasi untuk menentukan titik-titik strategis yang dinilai rawan terjadinya kebakaran. Sedikitnya dua titik dipilih sebagai lokasi pemasangan banner, yang diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

“Pembakaran hutan dan lahan bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius,” tegas IPTU Agus Tri Cahyo Wiyono saat memberikan imbauan kepada warga.

Menurutnya, kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar masih kerap ditemukan di sejumlah daerah, padahal dampaknya bisa meluas, mulai dari hilangnya keanekaragaman hayati, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerugian ekonomi.

Selain pemasangan banner, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi langsung kepada warga sekitar. Aparat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan serta berperan aktif dalam mencegah potensi kebakaran, khususnya di musim kemarau yang identik dengan kondisi kering dan mudah terbakar.

Sinergi antara Polri, TNI, Perhutani, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kawasan hutan tetap aman. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

Pihak KPH Sampung juga menegaskan bahwa kawasan hutan di wilayah tersebut memiliki fungsi ekologis yang vital, baik sebagai penyangga lingkungan maupun sumber kehidupan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kawasan hutan menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan langkah preventif ini, diharapkan potensi karhutla di wilayah Sukorejo dan sekitarnya dapat ditekan. Aparat pun mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem, kewaspadaan menjadi hal mutlak. Upaya kecil seperti pemasangan banner dan edukasi langsung dinilai sebagai langkah awal yang strategis untuk mencegah bencana yang lebih besar.(Nang/Humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar