Dominasi Tanpa Ampun! Jujitsu Ponorogo Bikin Geger Mojokerto Cup 2026
MOJOKERTO, SINYALPONOROGO — Gebrakan besar ditunjukkan atlet jujitsu Ponorogo. Tampil di ajang Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026, mereka benar-benar mendominasi. Tak tanggung-tanggung, 15 medali berhasil diborong sekaligus—6 emas, 6 perak, dan 3 perunggu—selama tiga hari pertandingan di GOR Seni Majapahit, 24–26 Juli 2026.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ini adalah sinyal keras bahwa Ponorogo kini menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah jujitsu Jawa Timur.
Pelatih sekaligus manajer tim, Wahyu Setiawan Nugroho, menilai capaian ini sebagai buah dari proses panjang pembinaan atlet.
“Anak-anak tampil luar biasa. Ini melanjutkan tren positif sejak Porprov Jatim lalu,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Yang menarik, dominasi ini tak hanya ditopang atlet senior. Sejumlah atlet muda sengaja diturunkan untuk menambah jam terbang. Strategi ini terbukti jitu. Mereka tidak hanya tampil berani, tetapi juga mampu menembus podium.
Nama Henandhita Steefanny Kinky, peraih perunggu SEA Games 2025 Bangkok, kembali menjadi sorotan. Ia sukses mengunci medali emas di kategori fighting system putri kelas di bawah 52 kilogram. Penampilannya menunjukkan kelas dan pengalaman yang matang.
Di sektor putra, Ponorogo juga tampil ganas. Empat emas tambahan disumbangkan Sadad Alfian (–62 kg), Arroyan Almajidi (–77 kg), Dhavin Naufal (–46 kg), dan Kevin Bagus (–69 kg) dari kategori fighting system. Sementara satu emas lainnya datang dari kategori newaza system melalui Dhavin Naufal yang tampil konsisten di kelas –46 kilogram.
Tak berhenti di emas, kedalaman skuad Ponorogo terlihat dari raihan enam perak. Gaidha Silmi, Gendis Rahmawati, Pasha Putra, serta Arroyan Almajidi tampil kompetitif di fighting system. Sedangkan Muhammad Sofyan dan Bintang Nurrizky menyumbang perak dari kategori newaza system.
Tiga medali perunggu turut melengkapi dominasi tersebut, mempertegas bahwa hampir di setiap kelas, atlet Ponorogo mampu bersaing di papan atas.
Bagi Wahyu, hasil ini bukan titik akhir. Justru menjadi bahan evaluasi menuju target yang lebih besar, yakni Piala Gubernur Jawa Timur—yang juga menjadi ajang seleksi menuju Porprov Jatim 2027.
“Kami akan terus evaluasi. Persaingan ke depan pasti lebih ketat, jadi persiapan harus lebih matang,” tegasnya.
Dengan kombinasi atlet senior berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, jujitsu Ponorogo kini berada di jalur yang tepat. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin mereka akan berbicara lebih banyak di level provinsi, bahkan nasional.(Nang/Kominfo).
