BREAKING NEWS

Reses Atika Banowati di Jambon: Jalan Rusak dan Listrik Minim Jadi Sorotan Warga Sidoharjo

Hj. Atika Banowati, SH anggota Komisi D DPRD Propinsi Jatim ketika Reses di Desa Sidoharjo Jambon Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Persoalan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan utama warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon. Hal itu mencuat dalam agenda reses masa persidangan III tahun sidang 2025/2026 anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, SH, Selasa (28/7/2026).

Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, secara terbuka menyampaikan kondisi jalan poros desa yang hingga kini belum tersentuh perbaikan, meski telah berulang kali diusulkan setiap tahun.


“Sudah sering kami ajukan, tapi belum ada realisasi. Kondisinya sekarang rusak parah,” ujarnya di hadapan peserta reses.

Tak hanya jalan, persoalan listrik juga menjadi perhatian serius. Sejumlah wilayah di desa tersebut masih belum terjangkau jaringan listrik secara memadai. Bahkan, warga mengeluhkan daya listrik yang rendah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Atika Banowati menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan warga hingga ke tingkat provinsi. Ia menyebut, reses menjadi momentum penting untuk menyerap langsung kebutuhan riil masyarakat.

“Semua aspirasi akan kami catat dan perjuangkan. Mohon doa agar bisa terealisasi dalam program pembangunan ke depan,” kata politisi Partai Golkar dari Dapil IX (Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi) itu.

Atika mengaku memahami kondisi Sidoharjo, bahkan pernah bermalam di desa tersebut. Menurutnya, meski terdapat kemajuan dibandingkan masa lalu, masih ada kesenjangan yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama di sektor infrastruktur dan layanan dasar.


Ia juga mendorong pemerintah desa untuk aktif menyusun proposal yang matang, termasuk jika diperlukan revisi, agar proses pengajuan program bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan adalah program “Listrik untuk Rakyat” dari pemerintah provinsi.

“Kalau proposalnya siap, peluang itu ada. Karena ada program listrik masuk Desa. Harapannya bisa realisasi secepatnya,” ujarnya.

Dukungan lintas level pemerintahan juga dinilai penting. Atika menyebut potensi kolaborasi dengan anggota DPR RI serta DPRD kabupaten untuk mempercepat pembangunan di wilayah Jambon.

Sementara itu, Panut warga Desa Sidoharjo menambahkan, kondisi listrik yang tidak stabil kerap menyulitkan warga, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti memasak. Ia juga menyoroti minimnya tiang listrik dan instalasi yang belum memadai.

“Warga sangat berharap listrik benar-benar bisa masuk dan stabil. Ini kebutuhan mendasar,” ujarnya.

Dengan berbagai persoalan yang disampaikan, warga berharap reses kali ini tidak sekadar menjadi forum serap aspirasi, tetapi juga menjadi titik awal perubahan nyata bagi Desa Sidoharjo yang selama ini tertinggal dalam pembangunan infrastruktur.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar