BREAKING NEWS

Rp159 Juta untuk Lapangan Voli, Kini Terbengkalai? Warga Kedungbanteng Pertanyakan Perencanaan

Memperihatinkan, kondisi lapangan bola voly di Kedungbanteng Sukorejo Ponorogo telan anggaran 159,4 juta anggaran DD tahun 2024

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Proyek pembangunan lapangan bola voli berukuran 15 x 24 meter di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, menuai sorotan. Lapangan yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2024 dengan anggaran mencapai sekitar Rp159,4 juta itu, kini justru diduga tak termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Sejumlah warga mengaku, sejak selesai dibangun lebih dari setahun lalu, lapangan yang berada di area Lapangan Merah Putih tersebut nyaris tak pernah digunakan. Kondisinya pun disebut memprihatinkan, terutama saat musim hujan.

“Sudah setahun lebih tidak dipakai. Warga juga enggan karena kondisinya tidak layak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, pada awal tahun 2026 saat intensitas hujan tinggi, permukaan lapangan berubah menjadi becek dan dipenuhi kubangan air. Sejak saat itu, aktivitas olahraga di lokasi tersebut praktis berhenti.

Gambar ilustrasi di lapangan 

Kritik juga mengarah pada dugaan perencanaan yang kurang matang. Warga menilai konstruksi lapangan terkesan sederhana, hanya berupa pembatas bata merah di sisi lapangan, dua tiang besi sebagai penyangga net, serta lampu penerangan.

“Kalau hanya seperti itu, rasanya tidak sebanding dengan anggaran hampir Rp160 juta. Kami mempertanyakan spesifikasi pembangunannya,” ungkap warga lainnya.

Prasasti pembangunan lapangan bola voly di Kedungbanteng Sukorejo Ponorogo 

Menanggapi hal tersebut, Pj. Kepala Desa Kedungbanteng, Sony Syaifullah, Kasi Penmas Kecamatan Sukorejo menjelaskan bahwa pembangunan lapangan voli berangkat dari aspirasi para pemuda (sinoman) desa yang menginginkan fasilitas olahraga tersebut. Usulan itu kemudian dibahas dalam perencanaan hingga akhirnya direalisasikan melalui Dana Desa 2024.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah melalui audit Inspektorat. Dalam proses itu, ditemukan adanya kelebihan pembayaran yang kemudian telah dikembalikan oleh pihak pemerintah desa.

“Memang ada temuan kelebihan bayar dan sudah ditindaklanjuti atau dikembalikan oleh pemerintah desa. Persoalan itu sudah selesai,” jelasnya sembari katakan ketika itu dirinya belum bertugas di Desa pada kegiatan tersebut.

Meski demikian, Sony mengakui bahwa kondisi lapangan saat ini belum optimal digunakan. Bahkan, usulan perbaikan dari warga masih ditunda sementara waktu.

“Untuk perbaikan belum kami setujui. Karena sebelumnya sudah ada temuan, jadi kami pending dulu,” tambahnya.

Kini, lapangan voli yang awalnya diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga pemuda desa, justru terbengkalai dan belum memberi manfaat nyata. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi perencanaan maupun kualitas pembangunan, agar fasilitas tersebut dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya perencanaan matang dan pengawasan ketat dalam penggunaan Dana Desa, agar setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar