BREAKING NEWS

Serap Aspirasi Warga, Atika Banowati Prioritaskan JUT, Bantuan Ternak, dan Perbaikan Jalan

Hj. Atika Banowati, SH anggota Komisi D DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar ketika reses di Ponorogo

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 dimanfaatkan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, SH untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan IX yang meliputi Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi.

Kegiatan yang digelar Senin (27/7/2026) itu berlangsung di dua titik, yakni Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung dan Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan beragam kebutuhan mendesak yang menyentuh langsung sektor ekonomi dan infrastruktur desa.

Di Pulung, aspirasi mengerucut pada tiga hal utama:

jalan usaha tani (JUT) untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, bantuan ternak sapi dan kambing guna meningkatkan pendapatan warga, serta perbaikan jalan poros desa dan kabupaten yang dinilai masih banyak dalam kondisi rusak.

Warga Masy diberi kesempatan untuk sampaikan aspirasi dalam acara reses Hj. Atika Banowati 

Menanggapi hal itu, Atika menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan warga hingga tahap realisasi.

“Semua aspirasi ini ada menunya di provinsi. Kita akan kawal dan perjuangkan. Mohon doa restu, semoga tahun 2028 sudah bisa direalisasikan,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut.

Sementara di Jetis, reses turut dihadiri Sholeh Utomo, tim pemenangan anggota DPR RI Fraksi Golkar Ali Mufthi sekaligus sebagai bakal calon anggota DPRD Kabupaten Ponorogo. Dalam kesempatan itu, Sholeh memastikan sinergi program pusat dan daerah akan terus diperkuat, termasuk melalui program seperti PISEW, P3TGAI atau lebih dikenal dengan program HIPPA untuk mendukung sektor pertanian dan pengairan di Ponorogo.


Tak hanya infrastruktur, aspirasi di bidang pendidikan juga mencuat. Salah satunya disampaikan warga terkait kebutuhan pembangunan ruang kelas dan fasilitas penunjang seperti laboratorium bahasa dan komputer bagi yayasan pendidikan yang telah berbadan hukum.

Atika merespons positif usulan tersebut. Ia meminta agar proposal segera disiapkan secara matang.

“Secara prinsip bisa difasilitasi. Proposal harus sudah siap di awal 2027 karena target realisasi di 2028,” jelasnya.

Sebagai bagian dari fungsi konstitusional, Atika menyebut reses menjadi momentum penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Dari total agenda reses yang dibagi di lima kabupaten, ia menekankan pentingnya skala prioritas agar setiap usulan bisa tepat sasaran dan terealisasi optimal.

Di akhir kegiatan, Atika kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Ia juga memohon doa agar diberi kesehatan dan umur panjang untuk terus mengawal aspirasi warga hingga tuntas.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar