BREAKING NEWS

Atika Banowati Dorong Penguatan Ekosistem Reyog di Tengah Arus Globalisasi

Suasana sosialisasi membaca eksistensi Yayasan Reyog Ponorogo kini dan masa depan bersama Hj. Atika Banowati, SH anggota Komisi D DPRD Propinsi Jatim fraksi partai Golkar 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Pengakuan dunia terhadap Reyog Ponorogo dinilai harus diikuti penguatan ekosistem budaya, terutama regenerasi seniman dan tata kelola. Hal itu menjadi perhatian dalam sosialisasi “Membaca Eksistensi Yayasan Reyog Ponorogo Kini dan Masa Depan” bersama Hj. Atika Banowati, SH, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Golkar Dapil IX.

Kegiatan digelar di Tamarin, Keniten, Ponorogo, Kamis (27/8/2026), dengan menghadirkan narasumber dari Yayasan Reyog Ponorogo, Najih dan Dedy Satya Amijaya, S.Sn., M.Sn. Forum diikuti pengurus Yayasan Reyog, koordinator Reyog kecamatan se-Kabupaten Ponorogo serta sejumlah tokoh Reyog.

Atika mengajak seluruh elemen Reyog menyatukan tekad untuk nguri-uri budaya Ponorogo agar tetap eksis di tengah arus globalisasi.

“Reyog masih tetap menjadi daya tarik. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga dan mengembangkannya,” ujar Atika.

Sementara itu, Dedy menyoroti persoalan regenerasi. Menurutnya, Reyog bukan sekadar pertunjukan tari, melainkan ekosistem budaya yang melibatkan seniman, pengrajin, sanggar, komunitas, pemerintah dan generasi muda.

“Regenerasi tidak cukup hanya ikut festival. Harus ada proses belajar, berlatih, tampil, memahami filosofi hingga mampu mencetak generasi berikutnya,” jelasnya.

Dedy juga menilai pengakuan UNESCO membawa tanggung jawab baru. Pelestarian Reyog perlu didukung program konkret, dokumentasi, pendataan pelaku budaya serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Ia turut mendorong pembentukan lembaga khusus yang menjadi rumah bersama seluruh ekosistem Reyog, sekaligus memperkuat koordinasi dan regenerasi.

Selain itu, keberadaan FNRP dan Reyog Obyog perlu dijaga. Inovasi juga dinilai penting selama tidak menghilangkan identitas Reyog.

Reyog boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi akar budayanya harus tetap kuat di Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar