BREAKING NEWS

Belajar dari Balik Jeruji! Warga Binaan Rutan Ponorogo Mulai Sekolah Paket A

WBP rutan kelas IIB Ponorogo mengikuti program kejar paket A 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, Selasa (4/8/2026). Aula yang biasanya digunakan untuk kegiatan pembinaan, kini disulap menjadi ruang kelas sederhana. Di tempat itulah, enam Warga Binaan memulai lembaran baru melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A atau setara Sekolah Dasar (SD).

Dengan mengenakan pakaian sederhana, mereka duduk rapi di bangku belajar, memegang buku tulis dan alat tulis, layaknya siswa pada umumnya. Momen ini menjadi awal perjalanan pendidikan yang sempat terhenti bagi para peserta.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Ponorogo dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Ponorogo. Para tutor dari SKB hadir langsung memberikan pendampingan, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang peserta yang beragam.

Pada pembelajaran perdana, materi yang diberikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tentang perubahan wujud benda, Matematika dasar mengenai konsep ribuan hingga satuan, serta kegiatan menggambar untuk mengasah kreativitas. Meski sederhana, materi tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun kembali kemampuan dasar para Warga Binaan.

Suasana kelas pun berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap arahan, aktif bertanya, hingga mencoba menyelesaikan soal latihan yang diberikan. Tawa ringan dan diskusi kecil sesekali terdengar, mencairkan suasana yang sebelumnya kaku.

Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen dalam memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kedua agar mereka bisa memperbaiki diri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, Pendidikan Kesetaraan tidak hanya bertujuan memberikan ijazah formal, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta keterampilan dasar yang dibutuhkan saat kembali ke masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi wujud pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis, di mana pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pengembangan diri. Sinergi antara Rutan Ponorogo dan SKB Kabupaten Ponorogo diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkelanjutan dan inklusif.

Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, semangat belajar itu kini tumbuh. Sebab bagi mereka, kesempatan untuk belajar kembali bukan sekadar pendidikan, melainkan harapan baru untuk menata masa depan yang lebih baik.(Nang/Humas).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar