BREAKING NEWS

PM Bertambah, Honor Relawan Tak Berubah: SPPG Keniten 2 Memanas, IPAL Jadi Sorotan

SPPG Keniten 2 Ponorogo tampak dari depan terlihat pengelolaan IPAL juga ada di depan

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Jumlah Penerima Manfaat (PM) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keniten 2 bertambah. Dari semula sekitar 2.400 PM, kini meningkat menjadi 2.800 PM.

Namun, kenaikan beban pelayanan itu belum diikuti perubahan honor bagi relawan dan karyawan. Di titik inilah persoalan mulai mencuat.

Sejumlah relawan mengeluhkan belum adanya penyesuaian honor meski jumlah PM yang harus dilayani bertambah. Mereka juga mempersoalkan komunikasi antara relawan dan pihak manajemen SPPG yang dinilai memanas setelah muncul pembahasan mengenai kenaikan honor.

Salah seorang relawan mengatakan, sebelumnya terdapat pemahaman bahwa penambahan jumlah PM akan diikuti dengan penyesuaian honor. Karena itu, ketika PM bertambah tetapi honor belum berubah, mereka mempertanyakan kembali kebijakan tersebut.

“Kita ingin bertanya baik-baik soal honor. Sebagaimana dikatakan dulu, jika ada penambahan PM maka otomatis honor akan naik. Tapi sekarang seperti lupa dengan janjinya,” ujar relawan tersebut.

Persoalan semakin meruncing setelah muncul pernyataan dalam komunikasi internal yang dinilai sejumlah relawan bernada kasar dan tidak semestinya disampaikan kepada pekerja.

Bahkan, menurut mereka, muncul ucapan agar relawan memilih mundur apabila tidak dapat mengikuti aturan. Pernyataan tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk arogansi oleh sebagian relawan.


Tak berhenti di ruang percakapan internal, para relawan bahkan berencana menyampaikan protes secara terbuka. Mereka berharap persoalan honor dan komunikasi antara relawan dengan manajemen dapat segera mendapatkan solusi.

Manajemen: Honor Bergantung RAB dan Efisiensi

Kepala SPPG Keniten 2, Muhammad Tyson, saat dikonfirmasi Sabtu (29/8/2026), menjelaskan bahwa besaran honor relawan tidak bisa serta-merta berubah setiap kali terjadi penambahan PM.

Menurutnya, pengelolaan anggaran SPPG dilakukan secara berkala melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) setiap periode.

“Penyusunan anggaran di SPPG dilakukan secara berkala per periode, 10 hari. Penambahan PM yang terjadi di pertengahan periode membuat anggaran operasional tidak bisa langsung diubah begitu saja,” jelasnya.

Ia mengatakan, peningkatan honor relawan masih menjadi bahan pertimbangan dan koordinasi dengan pihak Korcam.

Saat ini, Honor Harian Operasional (HHO) untuk relawan biasa berada di angka Rp115.000 per hari masuk.

Manajemen juga menyayangkan adanya oknum relawan yang dinilai memprovokasi rekan-rekan sesama relawan melalui ruang komunikasi internal.

Pihak SPPG berharap dinamika yang terjadi tidak mengganggu pelayanan pemenuhan gizi bagi ribuan penerima manfaat.

Bukan Hanya Soal Honor, IPAL Ikut Jadi Perhatian

Di tengah polemik internal tersebut, persoalan lain turut menjadi sorotan dari hasil pantauan di lapangan.

Posisi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG Keniten 2 menjadi perhatian karena berada di bagian depan area SPPG. Kondisi tersebut dipertanyakan karena disebut tidak sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun, soal apakah posisi IPAL tersebut benar-benar melanggar ketentuan atau masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu, menjadi kewenangan BGN untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penilaian.

Karena itu, persoalannya kini bukan sekadar apakah fasilitas tersebut ada, melainkan bagaimana standar BGN diterapkan dan diawasi di lapangan.

Publik pada akhirnya membutuhkan satu hal sederhana: pelayanan gizi berjalan, relawan mendapat kepastian, dan seluruh standar BGN diterapkan secara konsisten.

Kini tinggal menunggu bagaimana manajemen SPPG Keniten 2 menyelesaikan persoalan internal tersebut, sekaligus bagaimana BGN menyikapi temuan terkait posisi IPAL di lapangan.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar