BREAKING NEWS

Ponorogo Rayakan HUT ke-530! Tema “Sekar Kinanthi Wening Doyo” Sarat Makna, Ini Rangkaian Acaranya

Gambar hanya ilustrasi saja...

PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Kabupaten Ponorogo bersiap merayakan Hari Jadi ke-530 dengan semarak dan penuh makna. Mengusung tema “Sekar Kinanthi Wening Doyo,” peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi sekaligus penguatan jati diri daerah yang kaya budaya dan nilai kebersamaan.

Tema tersebut mengandung filosofi mendalam tentang kekuatan yang tumbuh dari kejernihan hati, ketulusan niat, serta semangat pengabdian untuk membangun daerah. Nilai-nilai itu dinilai relevan di tengah dinamika zaman, ketika pembangunan tidak hanya bertumpu pada fisik, tetapi juga karakter dan kebersamaan masyarakat.

Hari Jadi Ponorogo yang diperingati setiap 11 Agustus berakar dari penobatan Batoro Katong sebagai Adipati Ponorogo pada 1496. Sementara itu, Grebeg Suro menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah daerah, yang menandai perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke Kota Tengah sekitar tahun 1837.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo berupaya menjaga keseimbangan antara dua momentum besar tersebut agar sama-sama memberi dampak luas, terutama dalam menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ponorogo, Bambang Suhendro, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi dan Grebeg Suro memiliki potensi besar sebagai daya tarik daerah.

“Dua momentum ini harus sama-sama kuat dan meriah. Ini peluang besar untuk mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Bantarangin, Jumat (31/7/2026).

Beragam kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tahun ini. Mulai 4 hingga 22 Agustus 2026, masyarakat akan disuguhi berbagai agenda menarik, seperti Festival Karawitan yang menghadirkan nuansa musik tradisional, Festival Kuliner dengan ragam sajian khas Ponorogo, hingga Ponorogo Creative Festival yang menjadi wadah kreativitas generasi muda.

Tak hanya itu, pagelaran Reog Ponorogo sebagai ikon budaya juga akan menjadi daya tarik utama. Kesenian yang telah dikenal luas hingga mancanegara tersebut kembali dihadirkan sebagai simbol kebanggaan sekaligus identitas daerah.

Bambang Suhendro—yang akrab disapa Bambang Gulo—mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Jadi ke-530 dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, tema Sekar Kinanthi Wening Doyo mengandung pesan bahwa kekuatan daerah tidak hanya berasal dari sumber daya, tetapi juga dari hati yang bersih, pikiran jernih, dan tekad tulus untuk berbakti.

“Ponorogo kuat karena budayanya, nilai religiusnya, dan semangat gotong royong masyarakatnya. Ketika semua elemen bergerak bersama, Ponorogo akan semakin maju dan hebat,” tegasnya.

Momentum Hari Jadi ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai ruang refleksi kolektif sekaligus penguatan identitas Ponorogo di tengah arus modernisasi.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah dan sarat makna, HUT ke-530 Ponorogo menjadi bukti bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan—menjaga akar budaya, sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.(Nang/Kominfo).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar