Tak Mau Anak Putus Sekolah! Ibas Kawal PIP, 343 Siswa Kauman Ponorogo Kebagian Bantuan

Simbolis, penyerahan bantuan PIP hasil aspirasi IBAS Ketua fraksi Demokrat DPR RI sekaligus wakil Ketua MPR RI di Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Pendidikan menjadi salah satu pintu penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, memastikan anak-anak tetap bersekolah bukan sekadar soal ruang kelas, tetapi juga bagaimana beban ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang.
Komitmen tersebut kembali dikawal Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melalui Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi di daerah pemilihan Jawa Timur VII.
Sebanyak 343 siswa dari sembilan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, menerima bantuan PIP, Sabtu (29/8/2026).
Sembilan sekolah tersebut yakni SDN 1 Sumoroto, SDN 2 Sumoroto, SDN 2 Carat, SDN 2 Ngrandu, SDN 1 Kauman, SDN 2 Kauman, SDN Tosanan, SDN Nongkodo, dan SDN 2 Ploso Jenar.
Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut menjadi tambahan kekuatan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Sebab, biaya sekolah tidak berhenti pada kebutuhan pembelajaran di kelas. Ada seragam, buku, perlengkapan sekolah, transportasi, hingga kebutuhan penunjang lainnya.
Program Indonesia Pintar memang diarahkan untuk membantu peserta didik dari keluarga miskin maupun rentan miskin agar tetap mendapatkan layanan pendidikan dan mengurangi risiko putus sekolah karena persoalan ekonomi.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Farid Ardianto, Koordinator Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Kabupaten Ponorogo, kepada para wali murid penerima.
Farid menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan harus diwujudkan melalui program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Bantuan program pendidikan ini harus disalurkan secara tepat sasaran, tepat guna, dan tanpa potongan. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mengawasi pemanfaatan bantuan harus benar-benar diperhatikan. Ini sesuai dengan pesan Ibas,” jelasnya.
Menurut Farid, PIP bukan hanya bantuan sesaat. Program tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Camat Kauman Toni Kristiawan, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3SD) Kecamatan Kauman Sahudi, S.Pd, serta para wali murid penerima bantuan.
Kehadiran pihak sekolah, pemerintah kecamatan, dan wali murid menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran berlangsung transparan dan bantuan diterima oleh mereka yang memang menjadi sasaran.
Farid menegaskan, pengawalan terhadap program PIP tidak akan berhenti pada penyaluran kali ini. Aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pendidikan, akan terus dihimpun dan diperjuangkan.
“Harapan kami, dengan diterimanya PIP ini, keluarga penerima bisa lebih terbantu dan anak-anak dapat menempuh pendidikan dengan lebih baik. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan bantuan sosial PIP di Ponorogo,” tambahnya.
343 siswa hari ini menerima bantuan. Namun pesan yang dibawa jauh lebih besar: jangan sampai persoalan ekonomi membuat anak-anak Ponorogo kehilangan kesempatan untuk meraih pendidikan dan masa depan.(Nang/Red).

