BREAKING NEWS

Gus M. Hasim Masuk Bursa Cawabup, Siap Dampingi Lisdyarita dan Lanjutkan Pembangunan Monumen Reog Sampung

Gus M. Hasim, MH
Calon Wakil Bupati Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Bursa kandidat calon wakil bupati (Cawabup) Ponorogo mulai diramaikan sejumlah nama. Salah satu sosok yang mencuat adalah Muhammad Hasim, M.H., advokat senior sekaligus pengusaha asal Ponorogo yang akrab disapa Gus M. Hasim.

Namanya disebut masuk dalam bursa kandidat pendamping Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Memiliki latar belakang sebagai praktisi hukum dan pengusaha, Gus M. Hasim membawa gagasan yang cukup tegas jika nantinya dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan Kabupaten Ponorogo.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah melanjutkan pembangunan Monumen Reog Ponorogo di Sampung.

Bagi Hasim, pembangunan yang telah direncanakan pemerintah sebelumnya tidak semestinya berhenti begitu saja. Program yang dinilai baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus dilanjutkan, sekaligus dievaluasi agar hasilnya semakin maksimal.

Hari ini kita tinggal melanjutkan apa yang menjadi program Bupati Sugiri ketika maju sebagai Bupati Ponorogo. Termasuk program-program yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari komitmen bersama,” ujar Hasim kepada sinyal Ponorogo Senin, 7/9/2026.

Monumen Reog Sampung dan Harapan Ekonomi Baru

Menurut Hasim, Monumen Reog Ponorogo di Sampung bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik.

Jika dilanjutkan dan dikembangkan secara serius, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu ikon wisata baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kehadiran destinasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif hingga sektor pariwisata.

“UMKM juga menjadi bagian penting. Targetnya bagaimana UMKM di Ponorogo bisa naik kelas. Salah satu pintunya adalah dengan melanjutkan pembangunan Monumen Reog di Sampung,” katanya.

Dengan konsep tersebut, pembangunan monumen diharapkan tidak berhenti sebagai proyek monumental, tetapi mampu memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.

APBD Terbatas, Investasi Harus Didorong

Hasim juga menyadari bahwa kemampuan APBD Ponorogo memiliki keterbatasan.

Karena itu, pembangunan daerah menurutnya membutuhkan lompatan dan kreativitas, salah satunya dengan membuka peluang investasi dari luar daerah.

Investor harus diberikan ruang untuk masuk dan menanamkan modal di Ponorogo.

Namun, menurut Hasim, hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila pemerintah mampu menciptakan iklim investasi yang nyaman, aman dan kondusif.

“Kita harus memastikan iklim investasi di Ponorogo nyaman dan menyenangkan sehingga investor senang ketika menanamkan uangnya di Ponorogo. Permudah segala perizinan serta tanpa gangguan dari pihak manapun guna memastikan iklim investasi di Ponorogo kondusif,” tegasnya.

Menurut dia, masuknya investasi akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Lapangan kerja dapat terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, UMKM memperoleh peluang baru dan PAD juga berpotensi bertambah.

Petani Harus Lebih Sejahtera

Selain pembangunan dan investasi, sektor pertanian menjadi perhatian penting bagi Hasim.

Ponorogo dikenal sebagai salah satu daerah agraris. Banyak masyarakat menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor pertanian.

Karena itu, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada proyek fisik maupun investasi.

“Kita juga akan getol di dunia pertanian, karena mayoritas penduduk Ponorogo adalah petani. Bagaimana petani bisa lebih sejahtera, itu yang harus menjadi perhatian.”

Hasim berpandangan bahwa peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan.

Produktivitas, akses pasar, efisiensi biaya produksi serta peningkatan nilai jual hasil pertanian menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian.

Punya Pengalaman di Dunia Hukum dan Usaha

Muhammad Hasim merupakan putra asli Ponorogo, putra KH Imam Mahmudi dari Desa Bajang, Kecamatan Mlarak.

Kini Hasim tinggal di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak. Selain dikenal sebagai advokat, ia juga terjun dalam dunia usaha dan mengelola SPBU di Ponorogo.

Pengalaman tersebut menjadi modal yang ingin dibawa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dunia hukum membuatnya terbiasa berhadapan dengan persoalan regulasi dan kepastian hukum. Sementara dunia usaha memberinya pengalaman langsung mengenai pentingnya kemudahan perizinan, kepastian investasi dan iklim bisnis yang sehat.

Jika nantinya dipercaya masuk pemerintahan, pengalaman tersebut ingin digunakan untuk mendorong Ponorogo menjadi daerah yang lebih terbuka terhadap investasi, tetapi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kolaborasi dengan Lisdyarita Bukan Hal Baru

Gagasan untuk melanjutkan program pemerintahan sebelumnya juga tidak terlepas dari pengalaman Hasim bersama pasangan Sugiri-Lisdyarita.

Hasim sebelumnya pernah dipercaya menjadi bagian dari tim hukum Sugiri-Lisdyarita.

Karena itu, ia menilai tidak ada persoalan untuk melanjutkan program yang sebelumnya telah menjadi bagian dari komitmen bersama.

“Kolaborasi dengan Bunda Lisdyarita untuk melanjutkan legacy atau program-program ketika beliau maju sebagai Bupati Ponorogo akan kita lanjutkan kembali. Itu tidak ada masalah, karena sebelumnya telah menjadi bagian dari komitmen bersama ketika menjadi tim hukum Sugiri-Lisdyarita.”

Bagi Hasim, pemerintahan ke depan tidak harus selalu mengganti seluruh program yang sudah berjalan.

Program yang baik perlu diteruskan, sedangkan program yang belum maksimal harus diperbaiki dan disempurnakan.

Kini, nama Gus M. Hasim ikut mewarnai bursa kandidat Cawabup Ponorogo.

Dengan pengalaman sebagai advokat, pengusaha dan putra daerah, ia menawarkan gagasan pembangunan yang bertumpu pada keberlanjutan program, penguatan pertanian, peningkatan UMKM, masuknya investasi dan peningkatan PAD.

Dan salah satu pesan yang paling kuat adalah komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Monumen Reog Ponorogo di Sampung.

Jika kelak benar-benar dipercaya mendampingi Lisdyarita, masyarakat tentu akan menunggu bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja nyata untuk Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar