Lima Jembatan Perintis Garuda Dibangun di Ponorogo, Bukti Pemerintah Hadir di Tengah Kebutuhan Warga
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Akses warga di sejumlah wilayah pelosok Ponorogo perlahan dibuka. Tahun 2026 ini, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII yang digarap Kodim 0802/Ponorogo tidak lagi hanya menyasar tiga titik, tetapi bertambah menjadi lima jembatan yang tersebar di lima kecamatan.
Lima jembatan tersebut dibangun untuk membuka akses masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan sungai. Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh anggota Kodim 0802/Ponorogo bersama pemerintah desa, masyarakat dan unsur terkait.
Lima lokasi itu meliputi Jembatan Sungai Bengawan di Dukuh Wotmangu, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo; Sungai Swiyu di Dukuh Bondalem, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan; Sungai Keyang Atas di Dukuh Kendal, Desa Bareng, Kecamatan Pudak; Sungai Tempuran di Dukuh Tanjungrejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong; serta Sungai Tamba DAS Solo di Dukuh Besuki, Desa Besuki, Kecamatan Sambit.
Tiga jembatan pertama, yakni Nambangrejo, Tanjunggunung dan Bareng, mulai dikerjakan sejak 7 September 2026. Sedangkan dua tambahan lainnya, Karangpatihan dan Besuki, mulai digarap pada 23 September 2026.
Hingga Rabu (30/9/2026), progres pembangunan menunjukkan capaian yang berbeda. Jembatan Nambangrejo telah mencapai 56,37 persen, Tanjunggunung 46,29 persen, Bareng 19,91 persen, Karangpatihan 20,54 persen, dan Besuki 22,91 persen.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi.
Menurutnya, keberadaan jembatan bukan sekadar bangunan fisik. Bagi masyarakat di wilayah sasaran, jembatan menjadi penghubung aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga hingga akses ekonomi dan sosial.
“Pemerintah benar-benar hadir dan peduli dengan masyarakat,” demikian penegasan yang berulang disampaikan Dandim dalam pelaksanaan program tersebut.
Pengerjaan lima jembatan kini terus dikebut. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama, dengan personel Kodim, masyarakat dan unsur terkait bekerja bersama di masing-masing lokasi.
Dandim optimistis seluruh proyek dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan lima Jembatan Perintis Garuda ini bukan hanya soal persentase progres. Lebih jauh, ada akses warga yang terbuka, perjalanan yang lebih mudah, serta harapan baru bagi masyarakat di wilayah yang selama ini membutuhkan jembatan sebagai penghubung kehidupan mereka.(Nang/Red)
