Prabowo ke Gontor, Banner Teguh Wiyono Mendadak Ada di Banyak Titik Ponorogo—Pesan Politik atau Sekadar Sambutan?

Banner berukuran besar hiasi kota Ponorogo dari Teguh Wiyono, Ketua umum pusat pengembangan santri Indonesia beri ucapan selamat datang kepada presiden Prabowo Subianto
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Menjelang kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), pemandangan berbeda mulai terlihat di sejumlah ruas strategis Kabupaten Ponorogo.
Banner berukuran besar bertuliskan “Selamat Datang Presiden Prabowo Subianto di Bumi Reog Ponorogo” terpampang di ruang publik. Yang menarik, banner tersebut mencantumkan nama Teguh Wiyono, Ketua Umum Pusat Pengembangan Santri Indonesia (P2SI).
Kemunculan banner itu berlangsung menjelang puncak peringatan 100 Tahun Gontor pada Ahad, 20 September 2026. Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri Resepsi Kesyukuran satu abad Gontor di Ponorogo.
Momentum tersebut memang bukan agenda biasa. Selain Prabowo, sejumlah tokoh nasional seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan KH Ma’ruf Amin juga dijadwalkan hadir. Panitia juga mengundang tokoh kenegaraan, diplomat negara sahabat, serta keluarga besar Gontor dari berbagai daerah dan negara.
Banner di Jalan, Nama Teguh Ikut Terbaca
Secara visual, banner Teguh tidak hanya berisi ucapan selamat datang. Materi tersebut menampilkan Prabowo bersama Teguh Wiyono, disertai identitas Teguh sebagai Ketua Umum P2SI.
Di sinilah keberadaan banner tersebut menjadi menarik.
Teguh Wiyono belakangan memang disebut dalam dinamika bursa calon Wakil Bupati Ponorogo. Namanya muncul bersamaan dengan sejumlah figur lain yang diperbincangkan untuk mendampingi Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Namun, pemasangan banner ini tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai pengumuman pencalonan. Secara faktual, materi yang terlihat justru menggunakan identitas Teguh sebagai Ketua Umum P2SI.
Dengan demikian, pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat cukup sederhana: apakah banner itu sebatas bentuk penyambutan seorang kepala negara, atau sekaligus menjadi ruang memperkenalkan figur Teguh Wiyono kepada publik Ponorogo?.
Selain itu, rangkaian satu abad Gontor juga mencakup peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor serta berbagai agenda menuju abad kedua Gontor.
Bagi Teguh, momentum tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan perhatian terhadap agenda besar yang berlangsung di daerahnya.
Apalagi, gagasan yang selama ini dikaitkan dengan Teguh juga banyak menyentuh sektor pendidikan, beasiswa luar negeri, pengembangan sumber daya manusia, hingga pertanian.(Nang/Red).