Tujuh Tahun Menunggu, Ponorogo Kembali Bidik Swasti Saba Wistara pada 2027
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Setelah tujuh tahun tak lagi menyandang predikat tertinggi Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Pemerintah Kabupaten Ponorogo kembali membidik Swasti Saba Wistara. Targetnya bukan sekadar mengejar angka indikator, tetapi membenahi mesin KKS dari tingkat kabupaten hingga desa.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meminta seluruh perangkat daerah, Tim Pembina, Tim Teknis, dan Forum KKS tidak bekerja secara parsial. Seluruh unsur harus bergerak dalam satu tim untuk memastikan berbagai indikator kesehatan wilayah terpenuhi sekaligus memiliki bukti pendukung yang kuat.
“Kita ingin meningkatkan komitmen bersama, baik tim teknis dari OPD maupun forum KKS untuk mewujudkan Kabupaten Ponorogo Sehat sehingga mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara,” kata Lisdyarita.
Ponorogo terakhir kali meraih Swasti Saba Wistara pada 2019. Predikat tersebut kemudian belum kembali diraih hingga kini. Karena itu, persiapan menuju penilaian 2027 mulai dilakukan sejak 2026.
Hasil evaluasi capaian KKS triwulan II 2026 menjadi salah satu modal. Seluruh tatanan KKS Ponorogo disebut telah mencapai nilai minimal 70. Pemkab kini diarahkan untuk mempertahankan predikat Swasti Saba Wiwerda, sekaligus menyiapkan lompatan menuju Wistara.
Pekerjaan rumahnya tidak ringan. Masing-masing OPD diminta menyiapkan data capaian 2025 dan 2026 lengkap dengan bukti pendukung sesuai definisi operasional setiap indikator.
Self assessment setiap tatanan juga akan dilakukan. Pemkab Ponorogo sekaligus mulai mencermati indikator penyelenggaraan KKS terbaru yang nantinya menjadi acuan penilaian 2027, sembari menunggu pengesahan melalui Keputusan Presiden.
“Kita juga harus mulai menentukan dan menyiapkan tatanan kawasan yang akan menjadi lokus penilaian Swasti Saba Tahun 2027,” ujar Lisdyarita.
Penguatan tidak berhenti di tingkat kabupaten. Forum KKS juga didorong memperkuat kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Desa Sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti mengatakan, koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pemenuhan indikator berjalan lintas sektor.
“Data capaian yang dimiliki perlu dilengkapi dengan bukti dukung sesuai definisi operasional pada setiap indikator,” katanya.
Dalam penguatan tersebut, Pemkab menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara RI serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Materi yang diberikan mencakup penguatan kelembagaan Tim Pembina, Tim Teknis dan Forum KKS, penguatan Forum Kecamatan Sehat serta Pokja Desa Sehat, termasuk pembahasan indikator terbaru dan hasil verifikasi dokumen masing-masing OPD.
Bagi Ponorogo, target 2027 bukan hanya soal mengembalikan sebuah penghargaan. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu: memastikan seluruh unsur KKS memiliki data, bukti dukung, kelembagaan yang berjalan dan koordinasi lintas sektor yang kuat.
Setelah terakhir meraih Wistara pada 2019, kini Ponorogo mulai menyiapkan langkah untuk mencoba merebut kembali predikat tersebut pada 2027.(Nang/Kominfo).
