Bukan Rumah Nari Saja, Pemdes Caluk Sudah Dua Kali Gotong Royong Perbaiki Rumah Reyot Warga

Bukan hanya rumah Nari, warga Caluk gotong royong perbaiki rumah warga lain yang reyot nyaris runtuh atapnya...
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kepedulian terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni mulai ditunjukkan Pemerintah Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Setelah sebelumnya bergotong royong memperbaiki rumah warga yang atapnya runtuh, kini upaya serupa disiapkan untuk membantu keluarga Nari (48).
Penjabat (Pj) Kepala Desa Caluk, Ary Wahyudi, mengatakan, rumah Nari bukan satu-satunya rumah warga yang membutuhkan penanganan karena mengalami kerusakan berat. Sepekan sebelumnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah bergotong royong memperbaiki rumah warga di dukuh lain dengan kondisi serupa.
“Satu minggu lalu kita bersama warga secara gotong royong juga memperbaiki rumah warga karena dalam kondisi rusak berat,” ujar Ary Wahyudi, yang juga menjabat Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Slahung.
Menurut dia, perbaikan rumah warga tersebut telah selesai dikerjakan. Kondisinya sebelumnya memprihatinkan karena atap rumah runtuh sehingga membutuhkan penanganan segera.
“Satu minggu yang lalu ada rumah juga reyot dan runtuh atapnya. Sudah dikerjakan, selesai hari ini,” imbuhnya.
Ary menjelaskan, rumah Nari menjadi rumah kedua yang akan ditangani melalui gerakan gotong royong warga. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum mampu memperbaiki tempat tinggalnya secara mandiri akibat keterbatasan ekonomi.
Seperti diketahui, rumah Nari yang berada di Desa Caluk mengalami kerusakan berat. Nari, yang bekerja serabutan, tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih bersekolah. Keterbatasan biaya membuat rencana perbaikan rumah yang telah disiapkan dengan membeli batu bata dan pasir belum bisa direalisasikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian publik setelah foto rumahnya beredar di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan keprihatinan dan berharap ada perhatian dari pemerintah maupun masyarakat.
Pemerintah desa kini berupaya menggerakkan kepedulian lingkungan melalui semangat jaga warga, jaga tetangga. Selain gotong royong, kondisi keluarga Nari juga akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Di tengah keterbatasan ekonomi sebagian warga, gotong royong menjadi langkah nyata untuk meringankan beban sesama. Namun, upaya perbaikan rumah secara swadaya juga perlu diikuti perhatian lebih lanjut agar warga yang tinggal di hunian rusak berat memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.(Nang/Red).