BREAKING NEWS

SPPG Ngrayun 2 Sampaikan Permohonan Maaf, Siap Evaluasi Pelayanan MBG

Gambar hanya ilustrasi saja 

PONOROGO, SINYALPONOROGO 
– Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngrayun 2, Desa Sambi, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, David, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul viralnya video dugaan temuan belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bersama Penanggung Jawab (PIC), Ardian, David menyatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi internal serta siap bekerja sama dengan Satgas MBG Kabupaten Ponorogo untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Dalam pernyataan klarifikasinya, David menyebut video yang beredar memperlihatkan makanan yang sudah berada di luar kemasan asli distribusi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa potensi kelalaian sekecil apa pun tidak seharusnya terjadi dalam pelaksanaan pelayanan MBG.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi di media massa baru-baru ini,” demikian pernyataan David bersama Ardian.

Pihak SPPG Ngrayun 2 juga menyatakan siap mengikuti pemeriksaan Satgas dan melaksanakan rekomendasi yang dihasilkan dari evaluasi lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Akui Keterlambatan Klarifikasi

David turut menjelaskan keterlambatan penyampaian informasi melalui media sosial resmi SPPG. Menurutnya, akun media sosial lama mengalami kendala teknis serius sehingga tidak dapat diakses kembali.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah membuat akun media sosial resmi yang baru untuk memperbaiki penyebarluasan informasi. SPPG Ngrayun 2 juga mengaku telah menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada para penerima manfaat.

David berkomitmen membenahi tata kelola komunikasi digital agar penyampaian informasi ke depan lebih transparan dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Layani 1.578 Penerima Manfaat

SPPG Ngrayun 2 menyebut melayani 1.578 penerima manfaat yang tersebar di 24 sekolah dan tujuh posyandu di wilayah pegunungan Kecamatan Ngrayun.

Menurut David, kondisi geografis yang cukup terisolasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pelayanan. Namun, kondisi tersebut tidak akan menyurutkan komitmen tim untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak. Seluruh masukan itu, menurutnya, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih aman, sehat, dan bermanfaat bagi penerima manfaat.

Sebelumnya, video yang menarasikan adanya belatung di sekitar nasi dalam menu MBG yang dikaitkan dengan SPPG di Desa Sambi, Ngrayun, viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, sebelumnya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Koordinator Wilayah BGN. Satgas juga menjadwalkan rapat pada Senin (19/10/2026) untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Hingga kini, penyebab dan asal-usul temuan dalam video masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, hasil evaluasi Satgas menjadi penting untuk memberikan kejelasan sekaligus memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG tetap terjaga.

Bagi masyarakat, permohonan maaf dan komitmen berbenah merupakan langkah awal. Kepastian hasil pemeriksaan serta tindak lanjut yang transparan diharapkan dapat menjaga kepercayaan terhadap pelayanan MBG di Kabupaten Ponorogo.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar