BREAKING NEWS

Tanggul Bronjong 130 Meter Rampung, Warga Kepatihan dan Surodikraman Ponorogo Sedikit Bernapas Lega Hadapi Musim Hujan

Proyek penguatan dan pembangunan tanggul Bronjong di Kelurahan Surodikraman dan Kepatihan Ponorogo sebagai bentuk antisipasi dini banjir 

PONOROGO, SINYALPONOROGO 
– Kekhawatiran banjir yang kerap menghantui warga Kelurahan Kepatihan dan Surodikraman, Kabupaten Ponorogo, mulai mendapat angin segar. Menjelang musim penghujan 2026, proyek penguatan dan pembangunan tanggul bronjong sepanjang 130 meter di kawasan tersebut telah rampung.

Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya antisipasi dini banjir, sekaligus untuk menahan gerusan air sungai yang selama ini mengancam tanah milik warga di sepanjang bantaran.

Husnul Arifandi, Lurah Kepatihan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Surodikraman, mengaku bersyukur atas selesainya proyek tersebut. Menurutnya, keberadaan sungai berukuran cukup besar yang membelah kawasan itu membuat warga harus selalu waspada setiap kali hujan deras mengguyur Ponorogo.

Banjir memang tidak terjadi setiap saat. Namun, kejadian berulang selama musim penghujan membuat persoalan tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di dekat aliran sungai.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat proyek penguatan dan pembangunan tanggul bronjong dalam rangka antisipasi dini banjir. Mengingat tahun 2024, lokasi tersebut menjadi titik arus air sungai masuk dan mengakibatkan banjir di wilayah Kota Ponorogo,” ujar Husnul Arifandi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Husnul, pembangunan tanggul bronjong tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Ali Mufthi.

Usulan itu berangkat dari kebutuhan warga terhadap perlindungan bantaran sungai, terutama di titik-titik yang rawan tergerus derasnya aliran air. Sebab, selain berpotensi memicu banjir, gerusan sungai juga dapat mengikis tanah milik warga yang berada di tepian aliran.

Rampungnya pembangunan tanggul sepanjang 130 meter tersebut setidaknya memberikan harapan baru bagi masyarakat. Struktur bronjong diharapkan mampu memperkuat bantaran, menahan erosi, sekaligus membantu mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan.

Meski demikian, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Belum seluruh bantaran sungai di wilayah Kepatihan dan Surodikraman terlindungi tanggul bronjong. Masih ada bagian yang membutuhkan penanganan agar perlindungan terhadap permukiman warga semakin merata.

Husnul berharap pembangunan serupa dapat dilanjutkan secara bertahap, sehingga seluruh titik rawan di sepanjang sungai yang membelah kedua kelurahan tersebut memperoleh penanganan.

Bagi warga yang setiap tahun harus bersiap menghadapi ancaman luapan air, tanggul bronjong ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, ada harapan agar musim hujan tak lagi selalu diiringi kecemasan terhadap banjir dan terkikisnya tanah di sekitar rumah mereka.

Kini, dengan selesainya proyek tersebut, warga Kepatihan dan Surodikraman bisa sedikit bernapas lega. Namun, efektivitas tanggul dalam menghadapi debit air saat hujan deras tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan, seiring kebutuhan penanganan di titik-titik rawan lainnya.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar