Dipimpin Perempuan, Ponorogo Dorong Kesetaraan Gender hingga Jabatan Strategis Pemerintahan

Bunda lisdyarita
Plt Bupati Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kepemimpinan perempuan di Ponorogo diharapkan menjadi momentum memperluas ruang kesetaraan gender. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat sebagai penggerak hingga pengambil keputusan.
Komitmen itu ditegaskan Bunda Lis, sapaan Lisdyarita, dalam Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2024 dan 2025 (PPE 2026) di ruang rapat Bapperida Ponorogo, Senin (2/11/2026).
Salah satu perhatian yang disorot adalah peningkatan keterwakilan perempuan dalam struktur jabatan pemerintahan, baik eselon II maupun eselon III.
Menurutnya, perempuan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan, termasuk menduduki posisi strategis di birokrasi. Namun, pengisian jabatan tetap harus mengedepankan profesionalisme dan kompetensi.
“Perempuan jangan hanya menjadi penerima manfaat. Kita ingin perempuan berdaya dengan menjadi pelaku, penggerak, bahkan pemimpin pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Komitmen tersebut didukung capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Ponorogo yang terus meningkat. Dari 94,40 pada 2023 menjadi 94,60 pada 2024, kemudian mencapai 95,45 pada 2025.
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, penguatan PUG juga didukung peningkatan proporsi anggaran dari 2,03 persen pada 2024 menjadi 2,73 persen pada 2025.
Ponorogo telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender. Selain itu, sebanyak 41 perangkat daerah tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) PUG untuk memperkuat implementasi kebijakan kesetaraan gender.
Sejumlah program turut dikembangkan, di antaranya Simple Kombine untuk konsultasi dan bimbingan daring, Rumah Latih Adiku yang menyediakan layanan terapi bagi anak dari keluarga desil 1 hingga 5, serta BESTI PREN untuk pendampingan ibu hamil dan keluarga berisiko stunting.
Ugin, sapaan Sekda Agus Sugiarto, berharap berbagai program tersebut semakin memperkuat akses perempuan terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan ketenagakerjaan.
Dengan demikian, keberhasilan pengarusutamaan gender di Ponorogo tidak hanya diukur dari peningkatan indeks, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berdaya, berpartisipasi, dan menduduki posisi strategis dalam pembangunan.(Adv/Nang).