RSUD dr. Harjono Tanam 500 Biopori, Ponorogo Siapkan Diri Jadi Kabupaten Hijau
dr. Yunus Mahatma, Sp, PD Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo lakukan penanaman Biopori di lingkungan rumah sakit
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Komitmen RSUD dr. Harjono Ponorogo dalam mewujudkan rumah sakit ramah lingkungan terus digenjot. Mulai Senin (4/8/2025), rumah sakit milik Pemkab Ponorogo itu memulai penanaman 500 lubang biopori di seluruh area rumah sakit seluas 6,5 hektare.
Langkah ini bukan sekadar simbol penghijauan, melainkan bagian konkret untuk memenuhi kriteria green hospital. Direktur RSUD dr. Harjono, dr. Yunus Mahatma, Sp.PD, menjelaskan bahwa biopori akan dimanfaatkan sebagai sistem pengelolaan sampah organik berkelanjutan.
“Target kami 500 unit biopori tertanam. Ini sangat membantu mengurangi limbah organik sekaligus menjaga kualitas lingkungan di area rumah sakit,” ujar dr. Yunus.
Penanaman biopori ini melengkapi enam dari tujuh indikator green hospital yang sudah dipenuhi. Satu indikator yang masih dikejar adalah penanaman pohon.
![]() |
Wujudkan Ponorogo hijau dengan lakukan penanaman 500 biopori di lingkungan rumah sakit |
“Kami sudah tanam 800 pohon dari target 1.500 pohon. Sisanya kami kebut hingga November,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan arahan langsung Bupati Ponorogo dan menjadi bagian dari gerakan penghijauan skala kabupaten. Ketua Satgas Penghijauan, Bambang Suhendro, menyatakan bahwa setelah RSUD, konsep ini akan diperluas ke pasar, sekolah, kawasan wisata, restoran, hingga komunitas masyarakat.
“Konsep TPS OBI (Tempat Pembuangan Sampah Organik Biopori) akan jadi percontohan. Kami akan petakan titik-titik penghasil sampah organik untuk pemasangan TPS OBI,” terang Bambang.
Untuk skala besar seperti pasar, lanjut Bambang, Pemkab akan menyiapkan TPS OBI berbentuk bes beton khusus berdiameter satu meter sebanyak tiga unit.
“Sistem ini hanya menampung sampah organik dan dikelola secara khusus,” katanya.
Jika sistem berjalan optimal, Ponorogo diproyeksikan sebagai kabupaten percontohan pengelolaan sampah berbasis lingkungan di Jawa Timur. Selain mengurangi beban TPA, program ini juga diharapkan mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Penulis : Nanang