SMADA Ponorogo Sabet IGA 2025 dan Hak Cipta Inovasi, Bukti Sekolah Tak Henti Berkreasi
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai. SMADA menjadi salah satu sekolah yang dinilai berhasil melahirkan inovasi pendidikan berdampak dan berkelanjutan.
![]() |
| Mursid, S.Pd, M.Pd Kepala sekolah SMAN 2 Ponorogo |
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, M.Pd mengaku bangga sekaligus terharu. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan bahwa budaya inovasi di sekolah berjalan nyata.
“Ini bukan sesuatu yang biasa, tapi luar biasa. Artinya SMADA terus bergerak melakukan berbagai upaya memajukan pendidikan,” ujarnya kepada sinyal Ponorogo Sabtu, 14/02/2026.
Dua Inovasi Sekaligus Diakui Negara
SMADA mengusulkan dua karya dan keduanya langsung lolos serta mendapat penghargaan:
DIGDAYA – digitalisasi untuk mewujudkan kedisiplinan dan karakter unggul siswa
Puspa Litera – penguatan budaya literasi sekolah
Kedua inovasi dirancang tim beranggotakan Enam guru. Sertifikat diterima perwakilan sekolah Agus Sunaryo, M.Pd (Waka Humas) dan Lia Yunikawati, S.Sos.
Program DIGDAYA menekankan pembinaan karakter melalui sistem digital terintegrasi. Sementara Puspa Litera mendorong literasi tidak hanya sebagai kegiatan membaca, tetapi kebiasaan berpikir kritis dan ekspresi karya.
Melecut Prestasi Guru dan Siswa
Mursid berharap capaian ini menjadi energi baru bagi seluruh civitas sekolah.
“Semoga penghargaan ini melecut kompetensi guru dan prestasi siswa. Kami ingin inovasi menjadi budaya, bukan proyek sesaat.”
Ia menambahkan, SMADA sebelumnya juga meraih prestasi di tingkat nasional pada tahun 2024 dan 2025 salah satu guru, Lia Yunikawati, S.Sos juga mendapatkan juara 1 bidang penelitian sementara prestasi guru lain seperti Hadi Subroto, S.Pd pada tahun 2025 juga meraih peringkat II ajang Gempita Jawa Timur.
Pendidikan Tak Lagi Sekadar Kelas
Bagi SMADA, inovasi bukan hanya teknologi, tetapi perubahan cara mendidik. Sekolah ingin membangun kolaborasi antara karakter, literasi, dan prestasi.
Di tengah tantangan pendidikan modern, penghargaan IGA 2025 menjadi pesan kuat: sekolah daerah pun mampu melahirkan gagasan yang berdampak luas — asalkan kreativitas guru diberi ruang tumbuh.
Penulis : Nanang


