“Bingung Pilih yang Terbaik” — Lisdyarita Soal Sekda Ponorogo: Semua Kandidat Kuat, Publik Diminta Bersabar

Bunda lisdyarita Plt Bupati Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo memasuki fase krusial. Tiga nama mengerucut: Agus Sugiarto, Henry Indrawardana, dan Masun. Namun di balik itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, justru mengaku dihadapkan pada dilema.
Ditemui usai menghadiri Muscab PKB di Hotel Gajahmada, Sabtu malam (28/3/2026), Lisdyarita tak menampik kebingungannya. Bukan tanpa alasan—ketiga kandidat dinilai memiliki kualitas yang sama-sama mumpuni.
“Bayangan saya ketika sudah di provinsi tidak kembali lagi, eh nggak tahunya balik lagi. Bingung juga. Karena semua bagus,” ujarnya sambil tersenyum kepada awak media.
Ia memilih tidak berspekulasi lebih jauh. Keputusan, kata dia, akan diumumkan pada waktu yang tepat. “Soal sekda ditunggu saja ya,” pungkasnya singkat.
Di tengah dinamika tersebut, pandangan akademisi turut memberi perspektif. Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Robby Darwis Nasution, menilai ketiga kandidat telah melewati proses seleksi ketat yang membuktikan kapasitas mereka.
Menurutnya, jika dilihat dari rekam jejak dan posisi strategis, nama Agus Sugiarto memiliki sedikit keunggulan. Selain saat ini menjabat sebagai Plt Sekda, ia juga pernah berkecimpung di Bapperida—posisi yang dinilai relevan dengan fungsi koordinatif seorang sekda.
“Sekda itu kunci komunikasi pemerintahan. Harus mampu menjembatani bupati dengan seluruh perangkat daerah,” jelasnya.
Meski begitu, Robby menegaskan bahwa peluang tetap terbuka bagi semua kandidat. Henry Indrawardana dan Masun disebut memiliki keunggulan spesifik di bidang masing-masing. Bahkan, faktor non-teknis seperti kedekatan emosional atau chemistry dengan kepala daerah juga bisa menjadi pertimbangan.
“Yang jelas, siapapun yang terpilih harus mampu menggerakkan arah pembangunan Ponorogo secara konkret,” imbuhnya.
Penetapan sekda definitif ini menjadi momen penting. Publik menaruh harapan besar agar sosok yang terpilih mampu mempercepat realisasi kebijakan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan publik.
Kini, bola sepenuhnya berada di tangan Lisdyarita. Di tengah pilihan yang sama kuat, keputusan yang diambil akan menjadi penentu arah birokrasi Ponorogo ke depan. Masyarakat pun tinggal menunggu—siapa yang akhirnya dipercaya menjadi motor penggerak roda pemerintahan daerah.
Penulis : Nanang