Saldo Hilang Jelang Lebaran, BNI Pastikan Dana Nasabah Aman Meski Proses Berjalan

Megah, gedung BNI cabang Ponorogo
PONOROGO, SINYALPONOROGO — Keresahan sempat menyelimuti warga Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI), berinisial WA (nama disamarkan), mendapati saldo tabungannya berkurang hingga sekitar Rp8 juta, meski transaksi penarikan tunai yang dilakukan tidak berhasil.
WA, yang berprofesi sebagai pedagang, mengaku baru menyadari hal tersebut saat mengecek saldo melalui layanan mobile banking pada Jumat malam (20/3/2026).
“Saya kaget, kok saldo saya tinggal segitu,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat mencoba melakukan penarikan tunai di mesin ATM BNI pada Minggu (15/3). Saat itu, ia melakukan hingga empat kali percobaan, namun uang tidak keluar dari mesin. Upaya serupa kembali dilakukan pada Rabu (18/3) di lokasi ATM berbeda sebanyak dua kali, dengan hasil yang sama.
Karena kebutuhan mendesak menjelang Lebaran, WA akhirnya menarik dana sebesar Rp2 juta melalui mekanisme lain. Ia sempat mengira saldo tetap aman karena tidak menerima uang dari mesin ATM.
Namun, dugaan itu terbantahkan saat saldo yang dicek beberapa hari kemudian justru berkurang signifikan.
Merasa ada kejanggalan, WA kemudian berkonsultasi dengan rekannya yang bekerja di BNI sebelum akhirnya melapor ke kantor cabang pada 25 Maret 2026.
Menindaklanjuti hal tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak BNI pada Kamis (26/3/2026). Petugas BNI memastikan bahwa dana milik nasabah dalam kondisi aman dan tidak hilang.
“Yang jelas uang nasabah aman. Saat ini masih dalam proses pengecekan sesuai mekanisme,” terang petugas.
Dijelaskan, proses pengembalian dana membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi menyeluruh, mulai dari pengecekan rekening nasabah hingga penelusuran transaksi di tingkat pusat. Oleh karena itu, penyelesaian diperkirakan memerlukan waktu hingga 12 hari kerja.
Sebagian dana disebut telah kembali ke rekening nasabah, sementara sisanya masih dalam proses.
“Semua akan kembali, hanya saja masih berproses karena harus dilakukan pengecekan sampai ke pusat,” imbuhnya.
Kepastian tersebut setidaknya memberi kelegaan bagi WA yang sebelumnya diliputi kecemasan. Bagi dirinya, dana tersebut memiliki arti penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih di momen Lebaran.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi layanan perbankan, terutama dalam menjaga kepercayaan nasabah. Di tengah meningkatnya transaksi digital, kecepatan penanganan dan transparansi informasi menjadi kunci utama. Bagi nasabah, yang dibutuhkan bukan sekadar jaminan, melainkan kepastian.
Penulis : Nanang