Viral Saldo “Hilang” di ATM BNI Ponorogo, Fakta Terungkap: Bukan Error Sistem, Tapi Salah Persepsi Nasabah
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Jagad maya sempat dihebohkan dengan kabar dugaan saldo nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) di Ponorogo berkurang hingga jutaan rupiah usai transaksi ATM yang disebut gagal. Isu ini mencuat di tengah momentum jelang Idul Fitri, saat kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan meningkat.
Namun, klarifikasi resmi dari pihak BNI membalik narasi yang sempat viral tersebut.
Branch Service Manager BNI Ponorogo, Rudy Siswanto, menegaskan bahwa tidak ada saldo nasabah yang benar-benar hilang akibat error sistem. Pernyataan itu disampaikan usai pihaknya melakukan pengecekan menyeluruh terhadap riwayat transaksi dan konfirmasi langsung kepada nasabah yang bersangkutan.
“Secara sistem, tidak ada saldo yang terpotong. Setelah kami telusuri, kejadian itu lebih kepada kesalahpahaman nasabah dalam mengingat saldo awal dan akhir,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Nasabah berinisial WA, warga Singosaren yang sebelumnya mengaku kehilangan saldo hingga Rp8 juta, akhirnya mengakui kekeliruannya. Ia bahkan telah membuat surat pernyataan sekaligus permintaan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi.
Menurut Rudy, kepanikan nasabah saat transaksi gagal kerap memicu asumsi negatif, apalagi jika tidak segera dilakukan pengecekan ulang melalui mutasi rekening atau rekening koran.
“Kadang nasabah panik. Padahal, setelah dicek detail, transaksi tetap tercatat dengan benar. Ini yang perlu dipahami bersama,” imbuhnya.
BNI juga menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah masyarakat. Nasabah diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kesalahan sistem, melainkan segera melapor ke kantor bank atau memanfaatkan fasilitas cetak mutasi rekening yang tersedia.
Dalam penjelasannya, Rudy mengakui bahwa potensi gangguan dalam transaksi ATM tetap ada, meski sangat kecil—sekitar 0,05 persen. Gangguan tersebut umumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti jaringan terputus, uang di mesin ATM habis, atau kendala pada perangkat.
“Kalau pun ada error, sistem kami akan otomatis melakukan penyesuaian. Jadi kecil kemungkinan saldo benar-benar hilang,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era digital, informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi kepercayaan publik. Di sisi lain, masyarakat juga dituntut lebih bijak dan teliti dalam memahami setiap transaksi keuangan yang dilakukan.
Kasus yang sempat memicu keresahan ini pun berakhir dengan satu pelajaran penting: jangan panik, cek fakta, dan pastikan setiap keluhan disampaikan melalui jalur resmi.
Penulis : Nanang
