BREAKING NEWS

Dari Listrik ke Lumbung Kebaikan: Jejak Sugeng Hariyono, Pengusaha Dermawan Penggerak Harapan Anak Yatim Ponorogo


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Nama Sugeng Hariyono bukan sekadar dikenal sebagai owner CV Srikandi Listrik. Di balik geliat bisnisnya yang terus berkembang—mulai dari sektor jasa kelistrikan, pertanian, hingga menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG penyedia makan gratis bagi ribuan pelajar—tersimpan kisah panjang tentang ketekunan, keimanan, dan kepedulian sosial yang tak lekang oleh waktu.

Di kediamannya, Kamis (16/4/2026), Sugeng membuka kisah perjalanan hidupnya. Bukan cerita instan penuh kemudahan, melainkan rangkaian jatuh bangun yang membentuk karakter kuat dalam dirinya.

“Saya memang ditanamkan sejak kecil untuk menyayangi anak yatim. Dan itu saya pegang sejak remaja hingga sekarang, insyaallah sampai akhir hayat,” ungkapnya, dengan nada tenang namun penuh keyakinan.

Komitmen itu bukan sekadar ucapan. Dari setiap keuntungan usaha yang ia jalankan, Sugeng secara konsisten menyisihkan sebagian untuk menyantuni ratusan anak yatim. Tak hanya bantuan sesaat, ia bahkan mengantarkan mereka menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi melalui program beasiswa yang dikelola secara berkelanjutan.

Di mata masyarakat, Sugeng kini menjelma sebagai figur pengusaha sukses yang dermawan. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Ia pernah berada di titik terendah—terjatuh, tertipu, bahkan nyaris kehilangan arah.

“Ketika saya berada di bawah, saya tidak menyerah. Saya yakin ini ujian dari Allah. Kuncinya ikhlas, bersyukur, lalu bangkit lagi,” tuturnya.

Dari pengalaman itu pula, ia membaca satu pola yang kerap menjadi penyebab kegagalan para pelaku usaha: gaya hidup. Menurutnya, banyak pengusaha yang justru terjebak dalam pola konsumtif saat usahanya mulai menanjak.

“Seringkali orang gagal setelah sukses karena gaya hidup. Saat usaha naik, gaya hidup ikut naik. Itu yang harus dihentikan. Lebih baik saving untuk pengembangan bisnis, bukan konsumtif,” tegasnya.

Nilai-nilai yang ia pegang tak berhenti pada dirinya sendiri. Sugeng juga memastikan para karyawan yang turut membesarkan usahanya merasakan manfaat. Ia memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak karyawan, dengan menyediakan beasiswa dan bantuan pendidikan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Baginya, kesuksesan bukan tentang berdiri sendiri di puncak, melainkan bagaimana mengajak orang lain ikut naik bersama.

“Tidak mau makmur sendiri. Kalau bisa, semua ikut merasakan,” ujarnya.

Langkah sosialnya semakin terstruktur melalui sebuah yayasan yang ia dirikan untuk mengurus kebutuhan anak yatim dan kaum dhuafa di Ponorogo. Melalui wadah ini, ia berharap dapat menjadi jalan perubahan bagi mereka yang selama ini kurang beruntung.

“Harapannya sederhana, semoga bisa mengubah kehidupan mereka. Dan semoga Allah meridhoi setiap langkah kecil ini,” tambahnya.

Di sisi lain, kiprah Sugeng juga sempat mencuri perhatian publik dalam dunia politik lokal. Ia dikenal sebagai Ketua Tim Sukses pasangan Sugiri Sancoko – Lisdyarita pada Pilkada 2020 dan 2024. Perannya dinilai strategis dalam mengantarkan pasangan tersebut memimpin Ponorogo selama dua periode.

Kini, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PCNU Ponorogo—menegaskan bahwa pengaruhnya tak hanya terasa di dunia usaha, tetapi juga dalam ranah sosial-keagamaan.

Namun di balik semua capaian itu, Sugeng tetap menempatkan satu hal sebagai fondasi utama: kedekatan dengan Tuhan.

“Kita ini punya Allah Yang Maha Kaya. Saat jatuh, jangan jauh. Justru harus mendekat. Adukan semua kepada-Nya,” pesannya, menutup perbincangan.

Kisah Sugeng Hariyono adalah potret nyata bahwa kesuksesan sejati tak hanya diukur dari seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa banyak tangan yang ia rangkul untuk bangkit bersama. Sebuah teladan bahwa bisnis, iman, dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan—dan dari situlah keberkahan menemukan jalannya.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar