Dua Alumni STMJ Ponorogo Tembus WorldSkills Shanghai 2026, Bukti SMK Bisa Mendunia

Dua alumni terbaiknya, Reno dan Rouf, sukses menembus panggung kompetisi keterampilan paling bergengsi di dunia, WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026.
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Kabar membanggakan datang dari SMKN 1 Jenangan Ponorogo (STMJ). Dua alumni terbaiknya, Reno dan Rouf, sukses menembus panggung kompetisi keterampilan paling bergengsi di dunia, WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026.
Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayani, S.Pd, M.Pd, mengaku bangga sekaligus terharu atas capaian tersebut. Baginya, prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Ponorogo.
“Ini menjadi kebanggaan besar bagi sekolah dan juga masyarakat Ponorogo. Mereka membawa nama baik almamater sekaligus daerah di level internasional,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Reno dan Rouf akan bertanding di bidang Mechatronics, salah satu cabang paling bergengsi dalam WSC. Bidang ini menuntut penguasaan lintas disiplin—mulai teknik mesin, elektronika, hingga sistem kontrol berbasis komputer—yang menjadi fondasi industri modern.
Keberhasilan keduanya bukan hasil instan. Mereka melewati proses seleksi ketat dan pembinaan panjang sejak masih duduk di bangku SMK. Kini, keduanya resmi diperkenalkan sebagai delegasi Indonesia dalam agenda Kick-Off WorldSkills Competition Shanghai 2026 yang digelar Kemendikbudristek di Jakarta, awal April ini.
Dalam agenda tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari pemantapan strategi kompetisi, penguatan kompetensi teknis, hingga kesiapan mental menghadapi persaingan global. Dukungan pemerintah juga diberikan melalui sertifikasi kompetensi dan peningkatan kemampuan bahasa asing.
Reno dan Rouf menyadari, tantangan di Shanghai bukan perkara mudah. Cabang Mechatronics dikenal sebagai salah satu yang paling kompetitif, menuntut presisi tinggi serta kerja sama tim yang solid.
“Kami bangga bisa mewakili Indonesia. Fokus kami sekarang adalah mematangkan detail teknis agar bisa tampil maksimal,” ujar salah satu dari mereka.
Lebih dari sekadar kompetisi, langkah Reno dan Rouf menjadi simbol harapan baru bagi pendidikan vokasi. Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, SMK menunjukkan bahwa lulusannya mampu bersaing, bahkan di level global.
Prestasi ini sekaligus menjadi pesan kuat: dengan keterampilan yang tepat, disiplin, dan kerja keras, siswa SMK tidak lagi dipandang sebelah mata. Dari ruang praktik sederhana di Ponorogo, jalan menuju panggung dunia kini terbuka lebar.(Nang/Humas STMJ).