BREAKING NEWS

Long March PSHT Ponorogo: Lari Sambil Pungut Sampah, Tunjukkan Wajah Santun di Ruang Publik

Long march PSHT Komisariat Pemkab Ponorogo 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Ratusan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Pemkab Ponorogo turun ke jalan, Ahad (19/4/2026). Bukan sekadar long march, kegiatan ini menjadi etalase kedisiplinan, etika, sekaligus kepedulian lingkungan.

Start dan finish dipusatkan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PSHT Cabang Ponorogo yang wajib dilaksanakan seluruh komisariat dan ranting secara serentak.

Ketua Komisariat Pemkab PSHT Ponorogo, Purnomo Sidi, menekankan satu hal sebelum peserta diberangkatkan: jaga sikap. Ia mengingatkan, kehadiran warga PSHT di tengah masyarakat tidak boleh menimbulkan gangguan.

“Jaga ketertiban di jalan, junjung sopan santun. Tunjukkan bahwa PSHT Ponorogo itu ramah dan membawa manfaat,” pesannya.

Namun, ada yang berbeda dalam long march kali ini. Setiap peserta dibekali kantong plastik hitam. Instruksinya jelas: pungut sampah yang ditemui sepanjang rute.


Rute long march sendiri melingkar dari DPRD ke selatan menuju Jalan Sudirman, lalu ke barat sampai perempatan ke selatan melalui Jalan Gatot Subroto hingga Jenes. Dari sana, peserta bergerak ke timur melalui Jalan Ahmad Yani, lanjut ke Jalan Basuki Rahmat hingga perempatan Tonatan, kemudian kembali ke barat lewat Jalan Gajah Mada sebelum finis di titik awal.

Sepanjang perjalanan, para siswa berlari kecil sambil memunguti sampah. Hasilnya tak sedikit—puluhan kantong plastik penuh sampah berhasil dikumpulkan dan langsung dibuang ke tempat yang telah disiapkan panitia.

Aksi sederhana ini menjadi pesan kuat: PSHT tak hanya melatih fisik dan mental, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial.

Usai kegiatan, Purnomo kembali memberi penekanan kepada para siswa yang akan segera memasuki tahap akhir menjadi warga PSHT. Ia mengingatkan pentingnya proses pendadaran sebagai ujian terakhir.

Lebih dari itu, ia menyelipkan filosofi yang menjadi napas ajaran SH Terate.

“Ibarat padi, saat awal masih tegak. Tapi semakin berisi, semakin menunduk. Begitu juga warga PSHT, harus semakin rendah hati,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyematan sabuk putih secara simbolis kepada perwakilan siswa, yang kemudian diikuti seluruh peserta. Momen ini menjadi penanda mereka selangkah lebih dekat menuju pengesahan sebagai warga PSHT.

Di tengah sorotan publik terhadap aktivitas organisasi pencak silat, long march ini seperti ingin menegaskan satu hal: PSHT Ponorogo berusaha hadir dengan wajah yang tertib, santun, dan peduli lingkungan.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar