BREAKING NEWS

Modal Masuk KEN, Ponorogo Tawarkan Grebeg Suro ke Sponsor di Tengah Keterbatasan Anggaran


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk tetap menggelar Grebeg Suro. Justru, status bergengsi dalam kalender nasional dijadikan “modal jualan” untuk menggandeng pihak ketiga.

Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha, menegaskan bahwa Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo yang telah masuk dalam 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi daya tarik kuat untuk ditawarkan kepada sponsor.

“Ini yang kita jadikan modal untuk kita tawarkan kepada pihak lain, agar bisa ikut mendukung pembiayaan kegiatan,” ujar Judha kepada sinyal Ponorogo Senin, 20/04/2026.

Menurutnya, tidak semua daerah memiliki privilege tersebut. Di saat banyak daerah berupaya keras agar event-nya dilirik dan masuk KEN, Ponorogo justru sudah beberapa tahun bertahan di jajaran 10 besar.

Peluang inilah yang kini terus dimaksimalkan. Selain membangun komunikasi dengan calon sponsor, Disbudparpora juga tengah melakukan sounding market dengan sejumlah event organizer (EO), baik dari dalam maupun luar daerah.

Langkah ini diambil untuk mencari format terbaik pelaksanaan Grebeg Suro di tengah keterbatasan anggaran yang hanya sekitar Rp500 juta. Padahal, jika mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk panggung, lighting, hingga rangkaian acara bisa mencapai lebih dari Rp5,5 miliar.

“Dengan kondisi ini, kita harus pintar-pintar mengemas. Harapannya, meski anggaran terbatas, gebyar Grebeg Suro tetap bisa dirasakan masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan bisa lebih baik,” jelasnya.

Bagi Ponorogo, Grebeg Suro bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah wajah budaya daerah, sekaligus magnet wisata yang telah dikenal hingga mancanegara melalui Reog Ponorogo.

Kini, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah memilih tidak mundur. Sebaliknya, mereka membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.

Grebeg Suro tetap digelar. Dengan satu kunci: menjadikan prestasi sebagai daya tawar, dan keterbatasan sebagai pemicu kreativitas.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar