BRI–BPS Ponorogo Bersinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Fondasi Data untuk UMKM dan Pembangunan Daerah
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Komitmen memperkuat fondasi ekonomi daerah kembali ditegaskan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Ponorogo. Kali ini, langkah strategis tersebut diwujudkan lewat kolaborasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar pada 26 Mei 2026.
Sinergi antara sektor perbankan dan lembaga statistik ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun basis data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan dapat diandalkan. Data tersebut menjadi elemen krusial dalam merumuskan kebijakan pembangunan, memetakan potensi usaha, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pemimpin Cabang BRI Ponorogo, Febrian Aditya Rachman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah dengan dominasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“BRI memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan. Kami meyakini, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPS, akan memperkuat kualitas data ekonomi yang pada akhirnya berdampak langsung pada ketepatan kebijakan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Febrian, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi peta penting bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha. Dengan data yang valid, arah kebijakan dapat lebih terukur, program pemberdayaan lebih tepat sasaran, dan potensi ekonomi lokal dapat dimaksimalkan.
Di sisi lain, Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, Evy Trisusanti, menyampaikan bahwa dukungan dari dunia usaha, termasuk sektor perbankan, menjadi faktor penentu keberhasilan sensus.
“Kami mengapresiasi keterlibatan BRI dalam mendukung Sensus Ekonomi 2026. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dalam program-program strategis lainnya,” kata Evy.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri menjadi momentum penting untuk memotret secara menyeluruh kondisi usaha di Ponorogo, mulai dari skala mikro hingga besar, termasuk sektor informal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Hasilnya diharapkan mampu menggambarkan dinamika usaha, tantangan, serta peluang pengembangan ekonomi lokal ke depan.
Sebagai bank dengan fokus pada inklusi keuangan, BRI juga terus memperluas akses layanan dan program pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi di tengah berbagai tantangan.
Kolaborasi BRI dan BPS Ponorogo menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara lembaga keuangan dan institusi pemerintah dapat menghadirkan dampak nyata. Tidak hanya dalam bentuk data, tetapi juga dalam arah pembangunan yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Ponorogo diharapkan mampu memanfaatkan potensi ekonominya secara optimal, sekaligus mempercepat transformasi menuju daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.(Nang/Red).
