BRImo Kian Digemari, BRI Ponorogo Catat Transaksi Harian Hampir Rp3 Miliar

Puas, nasabah BRI akui ada banyak manfaat menggunakan BRImo
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Transformasi digital di sektor perbankan terus menunjukkan geliat positif di daerah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Ponorogo mencatat pertumbuhan signifikan penggunaan super apps BRImo di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis digital.
Hingga Mei 2026, jumlah pengguna BRImo di wilayah kerja BRI Ponorogo telah mencapai 190.460 user. Angka tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas transaksi yang tercatat rata-rata mencapai Rp2,95 miliar per hari. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap layanan perbankan digital yang praktis dan efisien.
Pemimpin BRI Ponorogo, Febrian Aditya Rachman, menyebut bahwa BRImo hadir sebagai jawaban atas perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.
“BRImo merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kini, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi,” ujarnya Ahad, 31/5/2026.
Melalui BRImo, nasabah tidak hanya dimudahkan dalam melakukan transfer antar rekening, tetapi juga dapat mengakses berbagai fitur lain seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan paket data, transaksi menggunakan QRIS, top up dompet digital, hingga pembukaan rekening secara online. Bahkan, layanan investasi kini juga mulai terintegrasi, menjadikan BRImo sebagai platform finansial yang semakin lengkap.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan pergeseran pola transaksi masyarakat dari konvensional menuju digital. Kemudahan, kecepatan, serta fleksibilitas menjadi faktor utama yang mendorong adopsi teknologi perbankan di berbagai kalangan, termasuk di daerah.
Namun demikian, di balik kemudahan tersebut, BRI juga menekankan pentingnya literasi dan kewaspadaan digital. Maraknya kejahatan siber menjadi tantangan tersendiri dalam era digitalisasi layanan keuangan.
“Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Kami terus mengingatkan nasabah untuk menjaga kerahasiaan data perbankan dan hanya menggunakan saluran resmi BRI,” tambah Febrian.
BRI secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak membagikan informasi sensitif seperti username, password, PIN, maupun kode OTP kepada pihak mana pun. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari tautan mencurigakan serta tidak mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.
Dalam berbagai kesempatan, BRI juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data rahasia nasabah melalui telepon, pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi percakapan.
Upaya edukasi ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital sekaligus mendorong inklusi keuangan yang aman dan berkelanjutan.
“Kami mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam memanfaatkan layanan digital. Dengan penggunaan BRImo yang bijak dan aman, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan, tetapi juga perlindungan dari risiko kejahatan digital,” tutupnya.
Ke depan, BRI Ponorogo berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan digital yang adaptif, aman, dan mudah digunakan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di daerah sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Nang/Red).