BREAKING NEWS

Karakter Ideologis Muhammadiyah dalam Era Society 5.0. Integrasi Nilai Keislaman dan Transformasi Digital


Oleh : 
Mirza Sutrisno, Fadly Irwiensyah &  Muhammad Galih Wonoseto (Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan)

Perkembangan teknologi informasi pada era Society 5.0 menghadirkan perubahan besar dalam pola kehidupan masyarakat modern. Digitalisasi tidak hanya memengaruhi sektor ekonomi dan komunikasi, tetapi juga mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan, membangun relasi sosial, hingga memahami nilai-nilai keagamaan. 

Di tengah perubahan tersebut, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan Islam modern yang tetap mempertahankan karakter ideologisnya sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Gagasan mengenai karakter ideologis Muhammadiyah di era modern tersebut dikaji oleh Mirza Sutrisno, Fadly Irwiensyah, dan Muhammad Galih Wonoseto, mahasiswa Program Doktor Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. 

Dalam kajiannya, ketiganya melihat bahwa nilai-nilai Muhammadiyah memiliki relevansi kuat dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks.

Sebagai organisasi Islam yang dikenal berorientasi pada pembaruan, Muhammadiyah sejak awal menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan gerakan sosial sebagai bagian penting dalam perjuangannya. 

Karakter ideologis Muhammadiyah dibangun atas landasan nilai keislaman yang menekankan keseimbangan antara tauhid, akhlak, kemajuan berpikir, dan kebermanfaatan sosial. Nilai tersebut menjadikan Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas gerakannya.

Dalam konteks modernisasi digital, Muhammadiyah memandang teknologi bukan sekadar alat perkembangan industri, melainkan sarana untuk memperluas kemajuan pendidikan dan dakwah. Pemanfaatan platform digital dalam sistem pembelajaran, pelayanan kesehatan, serta penyebaran informasi keagamaan menjadi bentuk nyata transformasi Muhammadiyah di era teknologi informasi. 

Kehadiran berbagai media dakwah digital dan sistem akademik berbasis teknologi menunjukkan bahwa Muhammadiyah berupaya menjawab kebutuhan masyarakat modern secara adaptif dan rasional.

Transformasi digital yang berlangsung cepat juga menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan sosial. Arus informasi yang tidak terbatas membuat masyarakat rentan terhadap disinformasi, krisis etika digital, serta menurunnya kualitas interaksi sosial. 

Dalam kondisi tersebut, Muhammadiyah menempatkan nilai keislaman sebagai fondasi moral dalam penggunaan teknologi. Kemajuan informatika dipandang harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab sosial, etika, dan nilai kemanusiaan agar perkembangan teknologi tidak kehilangan arah substansialnya.

Karakter Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid atau pembaruan memiliki relevansi kuat dengan semangat inovasi dalam era Society 5.0. Konsep pembaruan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perubahan dalam bidang keagamaan, tetapi juga kemampuan membaca perkembangan zaman secara kritis dan konstruktif. 

Muhammadiyah berupaya membangun masyarakat yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan intelektual yang seimbang.

Selain itu, konsep Islam Berkemajuan yang menjadi identitas Muhammadiyah semakin relevan di tengah perkembangan teknologi modern. Islam Berkemajuan menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen penting dalam membangun peradaban yang unggul dan berkeadaban. 

Dalam praktiknya, Muhammadiyah mendorong integrasi antara nilai spiritual, pendidikan modern, dan penguasaan teknologi untuk menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan global.

Di bidang pendidikan, Muhammadiyah juga terus melakukan modernisasi melalui penguatan literasi digital dan pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi. Langkah tersebut menjadi penting karena generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan media digital dan kecerdasan buatan. 

Muhammadiyah memandang bahwa penguasaan teknologi harus diiringi dengan penguatan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial agar kemajuan digital memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dengan karakter ideologis yang berbasis pada nilai tauhid, ilmu pengetahuan, dan gerakan sosial, Muhammadiyah menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi dinamika era Society 5.0. Transformasi digital tidak dipandang sebagai ancaman terhadap nilai keislaman, melainkan peluang untuk memperluas kontribusi dakwah dan pendidikan. 

Melalui integrasi nilai keislaman dan modernisasi teknologi, Muhammadiyah terus memperkuat perannya dalam membangun peradaban Islam yang maju, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar