QRIS BRI Makin Mengakar di Ponorogo, Lebih dari 17 Ribu Merchant Terkoneksi Digital
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan akselerasi signifikan. Salah satu indikatornya terlihat dari masifnya adopsi sistem pembayaran non tunai berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang difasilitasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Ponorogo.
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 17.095 merchant di wilayah kerja BRI Ponorogo telah terintegrasi dengan QRIS BRI. Angka ini mencerminkan geliat digitalisasi yang tidak hanya menyentuh sektor usaha modern, tetapi juga merambah pelaku usaha mikro hingga pedagang tradisional.
Beragam jenis usaha kini telah memanfaatkan QRIS, mulai dari warung makan, toko kelontong, jasa layanan, hingga pelaku usaha kaki lima. Perubahan pola transaksi ini menandai pergeseran perilaku masyarakat menuju ekosistem ekonomi yang semakin praktis dan efisien.
Pemimpin Branch Office BRI Ponorogo, Febrian Aditya Rachman, menegaskan bahwa QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas.
“Melalui QRIS BRI, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi hanya dengan satu kode. Ini bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan serta efisiensi operasional,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa digitalisasi transaksi turut membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih tertib dan transparan. Setiap transaksi yang tercatat secara digital membuka peluang bagi merchant untuk membangun rekam jejak keuangan yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat mempermudah akses terhadap layanan keuangan lainnya, termasuk pembiayaan.
Di lapangan, dampak positif tersebut telah dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Erwin Miranda Putra, pemilik usaha ABANG KUOTA, mengaku penggunaan QRIS BRI membawa perubahan signifikan dalam operasional bisnisnya.
“Sekarang transaksi jadi jauh lebih praktis. Pelanggan juga lebih nyaman karena bisa bayar pakai berbagai aplikasi digital. Selain itu, laporan keuangan juga jadi lebih rapi dan mudah dipantau,” ungkapnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Ke depan, BRI Branch Office Ponorogo berkomitmen untuk terus memperluas akseptasi QRIS serta meningkatkan literasi keuangan digital di masyarakat. Edukasi akan terus digencarkan agar pelaku UMKM tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memaksimalkan manfaat dari sistem pembayaran digital.
Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif, di mana seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan modern.
Di tengah arus digitalisasi yang kian cepat, QRIS BRI menjadi salah satu jembatan penting bagi UMKM Ponorogo untuk tetap relevan, kompetitif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.(Nang/Red).
