SPPG Patihan Kidul Banjir Pujian, Menu MBG Dinilai Enak dan Tidak Membosankan
PONOROGO, SINYALPONOROGO – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Ponorogo, menuai banyak pujian dari masyarakat penerima manfaat. Khususnya bagi kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), menu yang disajikan dinilai tidak hanya bergizi tetapi juga enak dan tidak membosankan.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mempercepat peningkatan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. SPPG Patihan Kidul menjadi salah satu pelaksana yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut, baik dari sisi jumlah penerima maupun kualitas layanan.
![]() |
| Menu MBG SPPG Patihan Kidul Siman Ponorogo |
Di lapangan, respon masyarakat terlihat sangat positif. Aldora, ibu menyusui asal Desa Manuk, mengaku puas dengan menu yang diterima setiap hari. Menurutnya, variasi makanan yang disajikan membuat penerima manfaat tidak merasa jenuh.
“Menunya enak, variatif, jadi tidak bosan. Kami senang sekali, semoga bisa terus seperti ini,” ujarnya kepada sinyal Ponorogo Rabu, 20/5/2026.
Keunggulan menu di SPPG Patihan Kidul tidak lepas dari strategi pengelolaan yang diterapkan. Adelia Dessyka, S.Ak selaku bagian akunting menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan sistem subsidi silang dalam penyusunan menu. Menu sederhana di hari tertentu dimanfaatkan untuk efisiensi anggaran, yang kemudian dialihkan untuk menghadirkan menu lebih spesial di hari berikutnya.
Dengan pola tersebut, kualitas makanan tetap terjaga bahkan sesekali mampu menghadirkan menu yang lebih istimewa. Salah satu menu yang pernah disajikan adalah iga gongsong lengkap dengan tempe bacem, sayur, ketimun, serta buah naga. Menu tersebut mendapat respons positif karena dinilai lezat sekaligus memenuhi kebutuhan gizi.
Kepala Desa Manuk, Suyono, turut mengapresiasi program MBG yang telah berjalan sekitar empat bulan di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa warga merasa terbantu dengan adanya program ini, baik dari sisi kecukupan gizi maupun kualitas makanan.
“Sangat membantu masyarakat. Gizinya terpenuhi dan warganya juga senang dengan menu yang diberikan,” katanya.
Saat ini, sebanyak 106 warga Desa Manuk rutin menerima manfaat MBG dengan distribusi yang dipusatkan di balai desa. Sementara itu, secara keseluruhan SPPG Patihan Kidul melayani sekitar 320 penerima manfaat kategori 3B yang tersebar di tiga desa, yakni Manuk, Patihan Kidul, dan Ronosentanan.
Asisten Lapangan SPPG Patihan Kidul, Fara Fauziah, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi serta membuka ruang masukan dari masyarakat. Namun secara umum, mayoritas penerima manfaat menyampaikan kepuasan terhadap menu yang disajikan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan kualitas layanan yang baik. Dengan menu yang variatif, enak, dan tidak membosankan, SPPG Patihan Kidul menjadi contoh bagaimana program pemenuhan gizi dapat berjalan efektif sekaligus mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Penulis : Nanang

