BREAKING NEWS

SPPG Patihan Kidul Sukses Dorong Anak TK Lahap Makan Lewat MBG


PONOROGO, SINYALPONOROGO
— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata di tingkat akar rumput. Di TK Dharma Wanita Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, perubahan perilaku makan anak-anak terlihat signifikan. Jika sebelumnya banyak siswa enggan menyentuh nasi, kini justru sebaliknya—mereka makan dengan lahap, bahkan tanpa sisa.

Perubahan ini tak lepas dari peran SPPG Patihan Kidul sebagai dapur penyedia MBG yang setiap hari menyuplai makanan bergizi ke sekolah tersebut. Sebanyak 26 porsi makanan—untuk 23 siswa dan 3 guru—didistribusikan secara rutin dengan menu yang variatif dan cita rasa yang disesuaikan dengan selera anak-anak.

Menu MBG SPPG Patihan Kidul Siman Ponorogo 

Kepala TK Dharma Wanita Ronosentanan, Novia Dewi Kartika, mengungkapkan bahwa sebelum adanya program MBG, pihak sekolah sempat berupaya membangun kebiasaan makan bersama. Namun hasilnya belum maksimal.

“Dulu kami pernah coba makan bersama secara berkala, tapi anak-anak masih banyak yang tidak suka nasi. Setelah ada MBG, perubahannya terasa drastis. Sekarang mereka justru lahap dan selalu habis,” ujarnya Rabu, 20/5/2026.

Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kualitas menu yang disajikan. Selain bergizi, makanan dari SPPG Patihan Kidul dinilai memiliki rasa yang enak sehingga mudah diterima oleh anak-anak.

Respons siswa pun beragam sesuai usia. Anak-anak kelas B umumnya mampu menghabiskan makanan di sekolah. Sementara untuk kelas A, yang masih dalam tahap penyesuaian, diberikan fleksibilitas untuk membawa pulang makanan jika belum habis.

“Yang penting anak-anak mau makan dulu. Kami menyesuaikan dengan kemampuan mereka,” tambah Novia.

Di balik keberhasilan ini, terdapat komitmen kuat dari SPPG Patihan Kidul dalam menjaga kualitas dan kuantitas makanan. Kepala SPPG, Winda, menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini amanah besar. Kami pastikan tidak ada pengurangan porsi sedikit pun. Apa yang menjadi hak penerima, harus diberikan sepenuhnya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan mitra dapur, Sugeng Hariyono. Ia menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan program.

“Bagi kami, mengambil yang bukan hak itu haram. Jadi kami benar-benar menjaga agar porsi sesuai dan tidak ada yang dikurangi,” ujarnya.

Dampak positif program ini juga dirasakan masyarakat luas. Kepala Desa Manuk, Suyono, mengungkapkan bahwa warganya yang menerima MBG dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) merasa puas dengan kualitas makanan yang diberikan.

“Selama empat bulan ini tidak ada komplain. Warga justru senang karena menunya enak dan variatif. Seperti hari ini ada iga gongso, itu sangat disukai,” katanya.

Saat ini, SPPG Patihan Kidul melayani sekitar 320 penerima manfaat B3 yang tersebar di tiga desa: Patihan Kidul, Ronosentanan, dan Manuk.

Lebih dari sekadar penyedia makanan, kehadiran MBG menjadi bagian dari upaya membangun generasi sehat sejak dini. Dengan asupan gizi yang cukup dan konsisten, perubahan sederhana seperti anak-anak yang mulai lahap makan bisa menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar