BREAKING NEWS

Judha Pasang Badan: Penilaian FNRP XXXI 2026 Dipastikan Transparan dan Profesional


PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edy, membantah tegas anggapan bahwa penilaian dalam Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 sarat kepentingan dan tidak transparan.

Judha bahkan menyatakan siap “pasang badan” untuk menjamin bahwa seluruh proses penjurian berlangsung profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, tudingan yang berkembang di luar merupakan persepsi yang tidak berdasar, terlebih di era keterbukaan informasi saat ini.

“Sekarang ini semua ditayangkan secara langsung. Mau dari YouTube, media sosial, semua bisa diakses. Masyarakat bisa melihat, menilai sendiri mana yang bagus dan mana yang tidak,” tegas Judha.

Transparansi Terbuka Lewat Siaran Langsung

Judha menekankan bahwa penyelenggaraan FNRP tahun ini justru semakin terbuka. Dengan adanya siaran langsung di berbagai platform digital, publik memiliki ruang luas untuk ikut menilai kualitas penampilan peserta.

Ia menilai, masyarakat saat ini sudah semakin kritis dan memiliki kemampuan untuk menilai pertunjukan seni, termasuk reyog.

“Penonton, baik dari kalangan seniman maupun penikmat, sekarang sudah paham. Mereka bisa mengira-ngira siapa yang layak juara dari penampilannya,” ujarnya.

Dewan Pengamat Profesional, dari Akademisi hingga Level Internasional

Untuk menjaga integritas festival, Disbudparpora Ponorogo disebut telah memilih dewan pengamat/juri yang benar-benar kompeten di bidangnya.

Judha menyebut, tim penilai tidak hanya berasal dari praktisi seni, tetapi juga akademisi, dosen, hingga tokoh yang memiliki pengalaman di level internasional.

“Kami memilih dewan pengamat yang profesional. Ada akademisi, dosen, bahkan yang punya pengalaman internasional. Ini untuk memastikan penilaian benar-benar objektif,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, jika para juri bekerja sesuai kapasitas profesionalnya, maka hasil penilaian tidak perlu diragukan.

Persoalan Eksternal, Bukan Tanggung Jawab Penyelenggara

Terkait adanya wacana protes hingga ancaman boikot dari sejumlah pihak, Judha menilai hal tersebut berada di luar ranah penyelenggara.

Ia memastikan bahwa seluruh peserta telah mengikuti proses secara “clean and clear” sejak awal, termasuk saat technical meeting.

“Kalau ada persoalan, itu faktor eksternal. Bukan dari penyelenggara. Dari awal sudah jelas, aturan sudah disepakati bersama,” tegasnya.

Judha juga menegaskan tidak ada rencana untuk memfasilitasi forum khusus bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan keberatan.

“Acaranya sudah clean and clear. Penjurian juga sudah kami percayakan pada yang profesional. Jadi tidak perlu diperpanjang,” imbuhnya.

Serahkan Klarifikasi ke Level Provinsi

Untuk isu-isu yang berkembang di tingkat lebih luas, Judha menyebut hal tersebut telah dijelaskan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Ia memilih tidak masuk ke ranah yang bukan kewenangannya, terutama jika menyangkut pihak eksternal di luar penyelenggaraan teknis festival.

Optimisme terhadap Integritas FNRP

Di tengah dinamika yang muncul, Judha tetap optimistis bahwa FNRP XXXI 2026 berjalan dengan integritas tinggi.

Dengan keterbukaan publik, kualitas juri, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawasi, ia meyakini hasil festival akan mencerminkan kualitas terbaik dari para peserta.

“Kalau prosesnya benar dan profesional, masyarakat pasti bisa melihat dan menerima hasilnya,” pungkasnya.

Penulis : Nanang

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar