BREAKING NEWS

Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo Tampil Memukau di FNRP 2026, Tuai Decak Kagum Penonton

Penampilan apik Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo asuhan Universitas Brawijaya Malang 

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Penampilan Grup Reyog Manggolo Wiyoto dari SMAN 3 Ponorogo benar-benar menjadi magnet perhatian dalam gelaran Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Sejak awal hingga akhir pertunjukan di panggung utama Alun-Alun Ponorogo, penonton dibuat terpaku—bahkan seolah tak ingin berkedip—menyaksikan suguhan seni tradisi yang dikemas dengan penuh energi dan totalitas.

Harmonisasi antara tabuhan gamelan yang ritmis, senggakan yang menggugah, serta gerak tari yang dinamis menghadirkan pengalaman artistik yang kuat. Setiap elemen berpadu, menciptakan atmosfer magis yang tak hanya menghibur, tetapi juga menggugah rasa bangga terhadap warisan budaya Reyog Ponorogo.

Di bawah pembinaan tim dari Universitas Brawijaya Malang, Manggolo Wiyoto tampil dengan konsep matang dan eksekusi yang presisi. Tak heran jika banyak penonton mengaku merinding saat menyaksikan penampilan tersebut. Bahkan, tak sedikit yang memprediksi grup ini sebagai kandidat kuat peraih juara.

“Penampilannya luar biasa. Dari awal sudah terasa beda. Energinya sampai ke penonton,” ujar salah satu penonton yang hadir di lokasi Jumat, 12/6/2026.

Kepala SMAN 3 Ponorogo, Suratno, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para siswa yang telah menunjukkan dedikasi tinggi. Menurutnya, keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari disiplin latihan serta tanggung jawab seluruh anggota tim.

“Ini hasil kerja keras anak-anak. Mereka berlatih dengan penuh komitmen. Kami sangat bangga. Semoga hasil terbaik bisa diraih,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan tim dari Universitas Brawijaya Malang menjadi faktor penting dalam membentuk karakter penampilan yang kuat. Diketahui, tim pendamping tersebut memang kerap mencuri perhatian dalam setiap gelaran FNRP dan dikenal sebagai langganan juara.


Penampilan Manggolo Wiyoto tahun ini dinilai sebagai angin segar bagi pelestarian Reyog di Ponorogo. Generasi muda kembali menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, tetapi juga ruang ekspresi yang terus berkembang dan relevan di tengah zaman.

Lebih dari sekadar kompetisi, penampilan ini menjadi bukti bahwa semangat menjaga budaya lokal tetap hidup di hati generasi penerus. Manggolo Wiyoto tidak hanya tampil, tetapi juga menginspirasi—bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan kecintaan terhadap budaya, karya luar biasa dapat tercipta.

Kini, publik menanti hasil penilaian dewan juri. Namun satu hal yang pasti, Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo telah berhasil memenangkan hati para penonton.

Penulis : Nanang 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar