BREAKING NEWS

Ponorogo Jadi Penyangga Utama, Ketua PSHT Tegaskan Peran Strategis Cabang dalam Penguatan Organisasi

Kang mas Moh Komarudin, S.Ag, M.Si
Ketua PSHT cabang Ponorogo 2026-2031

PONOROGO, SINYALPONOROGO
– Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Ponorogo saat prosesi pengukuhan pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo masa bakti 2026–2031, Ahad (7/6/2026). Momentum ini tak sekadar seremoni organisasi, tetapi juga penegasan posisi strategis Ponorogo dalam peta kekuatan PSHT secara nasional.

Dalam sambutannya, Ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Kang Mas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa PSHT Cabang Ponorogo memiliki peran vital sebagai “penyangga utama” bagi PSHT Pusat Madiun.

Istilah “penyangga” yang dimaksud bukan sekadar simbolik. Ia menggambarkan kekuatan riil yang dimiliki cabang Ponorogo, baik dari sisi jumlah anggota maupun soliditas organisasi. Saat ini, jumlah anggota PSHT Cabang Ponorogo diperkirakan mencapai 150 hingga 200 ribu orang.

“Penyangga itu artinya memperkuat pondasi, memperkokoh akar. Dengan kekuatan anggota yang besar dan solid, Ponorogo menjadi salah satu tulang punggung bagi eksistensi PSHT Pusat Madiun,” ujar Komarudin.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas persaudaraan, kedisiplinan, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur PSHT. Dalam konteks ini, Ponorogo dinilai mampu menjaga keseimbangan tersebut.

Pernyataan Komarudin sejalan dengan pandangan Ketua Dewan Pusat PSHT, H. Issoebijantoro, yang menyebut bahwa konsep “penyangga” tidak hanya berlaku bagi Ponorogo, tetapi juga bagi cabang-cabang lain di berbagai daerah.

Namun demikian, Ponorogo memiliki posisi istimewa. Selain dikenal sebagai kota budaya dengan akar tradisi kuat, daerah ini juga menjadi salah satu episentrum perkembangan PSHT sejak lama. Kombinasi antara kultur lokal dan militansi anggota menjadikan Ponorogo sebagai model penguatan organisasi berbasis akar rumput.

“Semangat ini harus terus dijaga. Cabang-cabang di kabupaten/kota lain, khususnya di Jawa Timur, juga memiliki peran yang sama dalam memperkuat PSHT secara nasional,” ungkapnya.

Pengukuhan pengurus baru ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi yang lebih solid ke depan. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut PSHT tidak hanya kuat secara jumlah, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial.

Dengan kepengurusan baru, PSHT Cabang Ponorogo diharapkan mampu terus menjadi garda depan dalam menjaga nilai persaudaraan, membangun karakter generasi muda, serta memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat luas.(Nang/Red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar